RADARTUBAN- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perlunya reformasi besar dalam sistem distribusi pangan nasional.
Hal ini diguna menekan harga kebutuhan pokok yang tinggi. Dalam rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Senin (23/6), Prabowo menyoroti panjangnya rantai pasok yang dinilai memperberat beban masyarakat.
Sebagai solusi konkret, Kepala Negara mengajak Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) untuk mengambil peran strategis dalam memangkas jalur distribusi, langsung dari petani ke tangan konsumen.
Pemerintah menggagas peran baru bagi Kopdes, yakni sebagai terminal penghubung kebutuhan pokok desa.
Fungsinya tak hanya mendistribusikan sembako, tetapi juga pupuk, LPG, hingga akses layanan kesehatan dasar.
Tujuannya jelas: menekan biaya logistik dan menjaga harga tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendukung inisiatif ini. Ia mengatakan Kopdes Merah Putih siap menggantikan peran tengkulak yang selama ini menyerap keuntungan besar.
Dengan margin koperasi yang lebih tipis, petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih adil, dan konsumen pun memperoleh harga yang lebih bersahabat.
Lebih dari sekadar saluran pangan, Kopdes juga akan difungsikan sebagai pusat distribusi program bantuan pemerintah.
Hal ini diyakini dapat mempercepat penyaluran serta mengurangi hambatan birokrasi di tingkat lokal.
Presiden Prabowo menekankan bahwa upaya ini bukan hanya soal stabilisasi harga, tetapi juga bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi desa secara merata. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni