Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Demi Keluarga, Seorang Sarjana Akuntansi Rela Nyemplung Got untuk Jadi Petugas Kebersihan di Jakarta

Ika Nur Jannah • Selasa, 8 Juli 2025 | 14:53 WIB
Realita keras di ibu kota membuat lulusan S1 harus berani ambil peluang kerja apapun.
Realita keras di ibu kota membuat lulusan S1 harus berani ambil peluang kerja apapun.

RADARTUBAN - Di tengah sulitnya mencari pekerjaan dan tingginya biaya hidup di ibu kota, sejumlah sarjana perempuan rela melakukan pekerjaan berat dan penuh risiko demi menjadi Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta.

Mereka bahkan tak segan untuk terjun langsung ke got yang dipenuhi lumpur dan sampah, demi lolos dalam seleksi PPSU.

Kisah Musarotun: Sarjana Akuntansi yang Tak Gengsi

Dilansir dari kompas.com, salah satu kisah inspiratif datang dari Musarotun, 29, seorang sarjana akuntansi lulusan universitas di Jakarta. 

Dia adalah ibu dari dua anak yang sebelumnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga penuh waktu.

Kini, dia memutuskan untuk ikut seleksi PPSU di Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, demi membantu perekonomian keluarga.

Pada hari ujian praktik, Musarotun terlihat berjalan menyusuri saluran air dengan sarung tangan pelindung.

Dia terjun ke dalam got yang kotor tanpa rasa jijik, mengumpulkan sampah satu per satu.

Bahkan, ia sempat kesulitan naik ke permukaan karena sepatu boot-nya terjebak di dalam selokan yang dalam. Namun, semua itu dijalani dengan penuh semangat dan senyuman.

"Alhamdulillah, dari tadi tesnya seru. Terjun ke selokan juga tidak membuat saya jijik," ujar Musarotun sambil tertawa.

Musarotun mengaku ijazah sarjananya sudah lama tersimpan rapi. Ia menyadari bahwa saat ini, kesempatan kerja lebih ditentukan oleh peluang dan keberanian mengambil keputusan, bukan sekadar nilai akademis.

Dia pun siap melakukan apa saja yang halal demi memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari berjualan, memanjat pohon, mencangkul, hingga membersihkan got.

"Sebelumnya saya adalah ibu rumah tangga yang mengurus rumah. Saya mendaftar PPSU dengan harapan untuk meningkatkan ekonomi keluarga," kata Musarotun.

Musarotun bukan satu-satunya sarjana yang ikut seleksi PPSU.

Di Kelurahan Serdang, Kemayoran, ada pula Nabila dan Sabrina, dua perempuan lulusan S1 yang juga rela terjun ke got dan mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh dedikasi.

Mereka membuktikan bahwa gelar pendidikan tinggi bukan penghalang untuk melakukan pekerjaan apapun selama itu halal dan bermanfaat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang harus beradaptasi dengan realita sulitnya mencari pekerjaan sesuai bidang studi.

Namun, semangat dan keteguhan hati mereka untuk tetap bertahan dan berjuang demi keluarga patut diapresiasi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sampah #jakarta #akuntansi #sarjana #ibu rumah tangga #ppsu #biaya hidup