Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BEM SI Kerakyatan Tegaskan Tetap Berpihak pada Rakyat Usai Mundurnya UGM dan Undip dari Aliansi Mahasiswa

Siti Rohmah • Kamis, 24 Juli 2025 | 19:34 WIB
BEM SI Kerakyatan Tanggapi Mundurnya UGM dan Undip
BEM SI Kerakyatan Tanggapi Mundurnya UGM dan Undip

RADARTUBAN- Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan akhirnya angkat bicara menyusul keputusan sejumlah kampus, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip), yang menyatakan mundur dari aliansi tersebut.

Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, Pasha Fazillah Afap, menegaskan bahwa pihaknya menghormati keputusan yang diambil oleh BEM kampus yang memilih keluar dari aliansi.

Ia menilai dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam gerakan mahasiswa.

"Kami menghormati keputusan kawan-kawan yang memilih jalan berbeda. Dalam perjuangan mahasiswa, perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah," ujar Pasha dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7).

Meski demikian, Pasha tidak menanggapi secara langsung kritik terkait kehadiran sejumlah pejabat negara, termasuk politisi, aparat kepolisian, dan pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI di Universitas Dharma Andalas, Padang, yang menjadi alasan keluarnya beberapa kampus dari aliansi.

Pasha menegaskan bahwa pergantian dan dinamika keanggotaan dalam BEM SI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi tersebut.

Ia juga menegaskan komitmen BEM SI Kerakyatan untuk tetap berpihak pada rakyat.

"Kami menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan kerakyatan: partisipasi bermakna, inklusivitas, kesetaraan, dan keberpihakan pada kelompok yang tertindas. Prinsip ini bukan hanya slogan, melainkan arah utama dari sikap dan aksi kami," tegasnya.

Menurut Pasha, gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak pada kultus individu.

Ia menyatakan bahwa BEM SI Kerakyatan adalah gerakan kolektif yang tidak dimiliki oleh satu atau dua nama saja.

"Glorifikasi terhadap keluarnya satu-dua pihak justru berpotensi mengaburkan esensi perjuangan. Gerakan mahasiswa harus berlandaskan gagasan, bukan kepentingan pencitraan. Kami menolak sekat-sekat semu yang hanya akan melemahkan barisan perjuangan," ucapnya.

Lebih lanjut, Pasha menekankan bahwa BEM SI Kerakyatan akan terus membuka ruang untuk konsolidasi, bukan provokasi.

Ia mengajak seluruh pihak agar tetap objektif dan bijak menyikapi dinamika yang terjadi.

"Kami tidak ingin peristiwa ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah kekuatan mahasiswa. Mari tetap kritis, rasional, dan terbuka dalam membaca situasi," pungkasnya.

Sebelumnya, BEM KM UGM menyatakan mundur dari aliansi BEM SI Kerakyatan, dengan alasan keberatan atas kehadiran figur-figur politik dan pejabat negara dalam Munas BEM SI yang digelar di Padang pada 13-19 Juli lalu.

Sikap serupa juga diambil oleh BEM Undip yang menyatakan keluar dari aliansi dengan alasan sejenis. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#undip #bem si #pejabat negara #ugm #BEM SI Kerakyatan #Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia #UGM dan Undip mundur dari aliansi