Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tanjakan Neraka Jelun, Etape 2 TdBI Jadi Medan Ujian Mental dan Otot Pembalap

Tulus Widodo • Rabu, 30 Juli 2025 | 00:52 WIB
Tanjakan Neraka Jelun saat sedang dalam proses pelebaran.
Tanjakan Neraka Jelun saat sedang dalam proses pelebaran.

RADARTUBAN — Jika sebelumnya para pembalap masih bisa tersenyum menikmati lintasan flat nan bersahabat, Selasa (29/7) hari ini wajah-wajah mereka dipastikan akan berubah tegang.

Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 memasuki etape kedua yang disebut-sebut sebagai "neraka tanjakan", ujian sesungguhnya bagi para jagoan roda dua.

Dikutip dari Radar Banyuwangi, lintasan sepanjang 158,8 kilometer yang dimulai dari Taman Nasional Alas Purwo ini tak hanya menyajikan keindahan hutan tropis yang eksotis, tapi juga jebakan alam berupa tanjakan brutal, tikungan tajam, dan jalur menanjak yang menguras stamina.

Salah satu titik paling krusial: King of Mountain (KOM) di Desa Jelun, Kecamatan Licin, yang memiliki ketinggian 317 meter.

Di sinilah kekuatan sejati pembalap diuji tanpa kompromi.

Tepat pukul 10.10 WIB, bendera start dikibarkan di pintu masuk Alas Purwo.

Rute dimulai dengan nuansa hijau yang damai, dikelilingi pepohonan tua dan suara satwa liar khas hutan tropis. Tapi itu hanya pembuka.

Begitu meninggalkan kawasan hutan, para pembalap harus melintasi jalanan beraspal paving di Kalipait, melaju ke Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, dan mulai merasakan tekanan serius.

Sprint pertama diadakan di kilometer ke-34,5 sekitar wilayah Temurejo, tempat para sprinter bisa unjuk kecepatan sebelum memasuki wilayah penuh tikungan dan tanjakan.

Etape ini bukan cuma tentang kecepatan. Daya tahan dan teknik menikung akan diuji di Desa Seneporejo dan Desa Kesilir, kawasan yang terkenal memiliki tikungan tajam beruntun.

Di sini, kesalahan sekecil apa pun bisa berujung fatal.

Sprint kedua digelar di sekitar RTH Maron, Desa Genteng Wetan pada kilometer ke-78,5, dan sprint ketiga di kilometer 113,4 Desa Lemahbang.

Tapi semua itu hanyalah pembuka menuju medan klimaks yang sesungguhnya: tanjakan legendaris Jelun.

Tanjakan KOM Desa Jelun bukan sekadar tempat menanjak. Ini adalah medan penyaringan para calon juara sejati.

Dengan gradien ekstrem dan kontur yang menguras tenaga, KOM Jelun bukan untuk sembarang kaki. Hanya pembalap dengan kombinasi sempurna antara kekuatan, teknik, dan mental baja yang mampu menaklukkannya.

Chairman TdBI, Guntur Priambodo, menegaskan bahwa etape kedua ini adalah titik balik dalam kompetisi.

“Etape ini akan menyaring siapa yang hanya jago sprint dan siapa yang benar-benar kuat. Jalur menanjak seperti Jelun akan membedakan pembalap tangguh dan pembalap yang hanya ikut lewat,” ujarnya.

Dengan kombinasi lanskap eksotis, tikungan tajam, serta tanjakan menyiksa, etape kedua TdBI 2025 menjelma menjadi mimpi buruk bagi yang tak siap.

Namun bagi mereka yang siap bertarung, ini adalah panggung untuk mencetak sejarah. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tour de banyuwangi ijen #pembalap #King Of Mountain #kawasan hutan