Fadli Zon Resmikan 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia, Jejak Chairil Anwar Abadi dalam Sastra Nusantara

Alfinda Fauziyah Putri • Dipublikasikan Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:05 WIB
Usulan sejak 2012 kini terwujud: 26 Juli resmi jadi Hari Puisi Indonesia, menghormati Chairil Anwar dan dunia sastra.
Usulan sejak 2012 kini terwujud: 26 Juli resmi jadi Hari Puisi Indonesia, menghormati Chairil Anwar dan dunia sastra.

RADARTUBAN - Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi menandatangani Surat Keputusan Menteri Nomor 167/M/2025, yang menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia.

Tanggal ini dipilih secara simbolis karena bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar, salah satu tokoh besar dalam dunia sastra Tanah Air dan dikenal sebagai pelopor Angkatan '45.

Penetapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah penting dalam menghargai puisi sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya dan peradaban bangsa.

Dalam pernyataannya, Fadli Zon menekankan bahwa puisi bukan hanya rangkaian kata indah, melainkan cerminan sejarah, jati diri bangsa, dan semangat nasionalisme yang telah hidup sejak era para pujangga klasik hingga masa Balai Pustaka.

Usulan untuk menjadikan 26 Juli sebagai Hari Puisi telah diperjuangkan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia sejak tahun 2012.

Setelah lebih dari satu dekade, akhirnya pengakuan resmi dari negara hadir melalui keputusan ini.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa puisi masih memiliki tempat penting dalam dinamika sosial dan budaya bangsa.

Fadli Zon juga menyampaikan bahwa puisi memiliki kekuatan sebagai instrumen moral dan sosial, yang mampu menumbuhkan empati, menggugah kesadaran, membentuk sikap kritis, serta menyuburkan nilai-nilai toleransi.

Dalam pandangannya, puisi adalah sarana luhur yang turut mengokohkan semangat kebangsaan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kementerian Kebudayaan berencana memperkuat sinergi dengan komunitas dan pelaku sastra melalui berbagai program.

Di antaranya, peluncuran penghargaan sastra nasional, pendirian laboratorium penerjemahan puisi ke berbagai bahasa, serta pelestarian budaya lisan melalui digitalisasi dan media baru.

Senada dengan itu, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menyambut positif penetapan Hari Puisi ini.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—baik dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri kreatif—untuk bersama-sama membangun ekosistem sastra yang berkelanjutan dan menjangkau generasi muda secara lebih luas. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
chairil anwar Hari Puisi Menteri Kebudayaan sejarah Indonesia fadli zon