Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dr. Gabor Maté Ungkap: 80% Penyakit Autoimun Terjadi pada Wanita! Ini Alasannya

Dalillah Hizkel Aimy • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 22:05 WIB
Ilustrasi perempuan yang memiliki autoimun
Ilustrasi perempuan yang memiliki autoimun

RADARTUBAN — Pakar kesehatan mental dan trauma, Dr. Gabor Maté, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sekitar 80% kasus penyakit autoimun dialami oleh wanita.

Penyakit yang seharusnya berasal dari sistem imun sebagai pertahanan, justru malah menyerang tubuh sendiri.

Temuan ini mengundang perhatian karena berkaitan erat dengan karakteristik psikologis dan sosial wanita.

Menurut Dr. Maté, ada empat karakteristik utama yang sering ditemukan pada wanita pengidap penyakit autoimun, yang bisa menjadi akar pemicunya:

1. Mengabaikan Diri Demi Orang Lain - Wanita cenderung lebih memikirkan perasaan orang lain daripada perasaan mereka sendiri.

Mereka terbiasa menekan emosi demi menjaga hubungan dan harmoni.

2. Terlalu Fokus pada Tanggung Jawab - Banyak wanita lebih mengutamakan tugas, pekerjaan, atau peran sosial—seperti sebagai ibu atau istri—daripada memperhatikan kebutuhan pribadi mereka sendiri, seperti istirahat, relaksasi, atau batasan diri.

3. Kesulitan Mengekspresikan Kemarahan - Dr. Maté menyoroti bahwa wanita cenderung terlihat “sangat baik” dan sering tidak menunjukkan amarah meski sedang merasa marah.

Emosi yang ditekan ini diyakini dapat memicu respons stres kronis yang berdampak pada sistem imun.

4. Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain - Banyak wanita merasa harus selalu menyenangkan semua orang, dan merasa bersalah bila membuat orang lain kecewa.

Beban emosional semacam ini dapat menguras energi mental dan fisik secara terus menerus.

Penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan Hashimoto, menurut data, memang lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria.

Kondisi ini memperkuat hipotesis bahwa aspek psikososial memainkan peran penting dalam munculnya gangguan ini.

Dr. Maté pun menyerukan perlunya pendekatan yang lebih empatik dan holistik terhadap kesehatan wanita.

Tidak hanya memperhatikan aspek biologis, tapi juga memahami latar belakang trauma, pola pikir, dan tekanan sosial yang dihadapi.

" kesehatan bukan hanya tentang tubuh, tapi juga tentang bagaimana
seseorang hidup, merasa, dan merespons dunia di sekitarnya, " ujarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan keseimbangan hidup, diharapkan wanita dapat mulai memberi ruang untuk diri sendiri—bukan hanya sebagai bentuk self-care, tapi juga langkah preventif terhadap penyakit kronis. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#karakteristik #trauma #80 persen kasus penyakit autoimun dialami wanita #penyakit autoimun #kesehatan mental #imun #Dr Gabor Mate