Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Como 1907: Kisah Ajaib Kebangkitan Klub Dari Tepi Danau Menuju Panggung Serie A

Bihan Mokodompit • Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:10 WIB

Stadion milik Como 1907 yang berdekatan dengan danau yang indah.
Stadion milik Como 1907 yang berdekatan dengan danau yang indah.

RADARTUBAN - Kebangkitan Como 1907 menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola Eropa. Klub kecil dari kota Como, Italia, ini berhasil menorehkan sejarah baru setelah promosi ke Serie A.

Kisah Como 1907 menjadi lebih dari sekadar perjalanan olahraga, ia berubah menjadi legenda yang berpadu dengan pesona Danau Como yang ikonik.

Como 1907 telah mengubah identitas mereka dari klub yang hampir tenggelam dalam kebangkrutan menjadi simbol kebanggaan lokal dan global.

Pada tahun 2019, klub ini bermain di Serie D, kasta terendah profesional Italia.

Namun, pada malam 10 Mei 2024, klub tersebut resmi memastikan promosi ke Serie A setelah hasil imbang 1-1 yang membuat seluruh kota Como merayakannya.

Keyword utama Como 1907 menjadi pembuka babak baru dalam sejarah kota.

“Pertandingan seperti itu, ketika kamu bermain demi sesuatu yang sangat penting untuk klubmu, untuk masyarakatmu, adalah pertandingan terindah yang bisa dimainkan,” ujar Patrick Cutrone, kapten klub dan putra asli Como seperti dikutip dari sport Ilustrated.

 

Peran Cesc Fabregas dalam kebangkitan Como 1907 sangat vital. Setelah pensiun sebagai pemain, ia mengambil peran manajerial di klub, meskipun belum mengantongi lisensi pelatih secara resmi.

Meski demikian, kontribusinya nyata dalam membawa tim ke puncak.

“Itu sungguh luar biasa. Itu adalah salah satu hari terbaik dalam hidup saya, bukan hanya dalam karier saya,” kata Fabregas.

Baginya, kemenangan ini setara dengan momen paling membanggakan sepanjang kariernya.

Dengan pengalaman sebagai ikon Arsenal, Barcelona, dan Chelsea, Fabregas mengarahkan Como 1907 tak hanya untuk bersaing, tetapi juga menjadi representasi kebudayaan kota.

Kata Danau Como, Serie A, dan Cesc Fabregas menjadi bagian integral dari perjalanan transformasi ini.

“Banyak orang bertanya kepada saya: 'Oh, di Como ada sepak bola?' Saat saya ke sana, mereka bahkan tidak tahu. Itu menunjukkan seberapa jauh kami telah melangkah, dan sekarang tiba-tiba kami berada di kasta tertinggi, bahkan musim ini berjuang untuk masuk 10 besar,” tambahnya.

 

Mirwan Suwarso, presiden klub Como 1907 asal Indonesia, punya visi unik: menjadikan Como 1907 sebagai destinasi wisata sepak bola premium dunia. Ia menyebut pendekatannya sebagai “model Disney.”

“Bagi saya sangat penting untuk membangun posisi kami sehingga Como Football Club menjadi destinasi wisata sepak bola premium di dunia,” kata Suwarso.

“Kalau meminjam metafora Disney, tim sepak bola adalah divisi taman hiburannya. Lalu kita harus punya kendaraan untuk menampung dan mempromosikan wisata dan perjalanan.”

Bagi sebagian penggemar, membandingkan klub dengan Disneyland mungkin terdengar ganjil. Namun, bagi Suwarso, ini adalah strategi keberlanjutan.

Kota Como memiliki populasi kecil dan kedekatan geografis dengan Milan membuat basis fans lokal terbagi antara AC Milan dan Inter Milan.

“Yang membedakan kami dari klub-klub lain adalah pengalaman Danau Como-nya. Orang datang ke Danau Como untuk keindahannya. Maka kami harus menciptakan pengalaman itu,” lanjutnya.

 

Meski menggandeng pasar global, Como 1907 tetap setia pada identitas lokal. Frasa "Semm Cumasch" yang berarti “kami orang Como” menjadi slogan resmi klub dan muncul di berbagai merchandise.

Bahkan, bayi yang lahir di rumah sakit setempat langsung mendapat baju bertuliskan semboyan itu.

“Luar biasa melihat [Semm Cumasch] di mana-mana,” kata Cutrone, yang lahir di Rumah Sakit Valduce Como. “Itu berarti kami sedang menciptakan sesuatu yang positif, tidak hanya di Como tapi juga di luar negeri... Kami mencintai kota kami dan menjalani kehidupan yang utuh di sini.”

Cesc Fabregas pun menutup dengan harapan besar: “Saya bertemu banyak fans yang bilang mereka sudah mengikuti Como selama puluhan tahun dan ini pertama kalinya mereka merasa bisa mendapatkan lebih, bahwa mereka bisa mencapai puncak.”

Dengan senyum seperti seorang pengantin baru yang berusaha memikat keluarga pasangannya, ia menambahkan, “Pelan-pelan, kami mulai terhubung.” (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Como 1907 #italia #danau como #Liga Italia #Kebangkitan Como 1907 #serie A #cesc fabregas #serie d