RADARTUBAN - Salah satu platform game terbesar, Steam resmi akan menghentikan program betanya untuk sistem operasi ChromeOS pada 1 Januari tahun depan.
Saat ini jika pengguna mencoba mengaksesnya, maka Steam akan memunculkan pemberitahuan yang mengatakan setelah tanggal tersebut, game yang diinstal melalui program ini tidak akan lagi bisa dimainkan.
Google, sebagai pemilik dari ChromeOS juga mengucapkan terima kasih kepada pengguna yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pengembangan Steam untuk sistem operasi ini.
Steam di Chromebook awalnya menjadi tonggak baru bagi ChromeOS untuk mendukung kegiatan gaming penggunanya.
Steam bersanding dengan aplikasi Android dan layanan cloud gaming lain yang sebelumnya telah tersedia di ChromeOS.
Versi Alpha Steam di ChromeOS hadir pada Maret 2022 lalu. Kemudian platform game ini menghadirkan versi Beta pada November di tahun yang sama.
Steam juga memberikan persyaratan minimum bagi Chrombook untuk menjalankan berbagai gamenya yakni prosesor Intel Core i3 atau AMD Ryzen 3 dengan kapasitas RAM 8 GB.
Selama program Beta ini berlangsung, Google terus menghadirkan sejumlah daftar game untuk ChromeOS yang berbasis Linux di Steam.
Hanya saja fakta bahwa Steam untuk ChromeOS ini tidak pernah keluar dari versi Beta menjadikan proyek ini mungkin saja berkembang tidak sesuai harapan.
Meskipun Steam akan angkat kaki dari ChromeOS, tetapi Google masih memberikan harapan bagi pengguna ChromeOS untuk dapat memainkan game di perangkat Chrombook.
Apalagi Google tengah melakukan migrasi basis ChromeOS ke Android yang membuat semakin banyak pilihan game yang dapat diunduh pengguna melalui Play Store. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni