RADARTUBAN – Lindu berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Rabu (13/8) malam.
Gempa terjadi pukul 23.45 WIB, berpusat di laut pada koordinat 1,03 Lintang Utara dan 125,54 Bujur Timur, sekitar 65 kilometer tenggara Kota Bitung, dengan kedalaman 46 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa berada di bawah laut, namun cukup dangkal untuk menimbulkan guncangan yang terasa kuat di beberapa wilayah Sulut.
Getaran dilaporkan dirasakan warga di Bitung, Manado, hingga Minahasa, meski tidak berpotensi tsunami.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami, tetapi masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” tulis BMKG melalui keterangan resminya.
Sejumlah warga Bitung mengaku terbangun akibat guncangan yang cukup keras.
“Kasurnya sampai bergetar, lampu gantung juga goyang cukup lama,” kata Andre, warga Bitung Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa. Namun, BMKG meminta masyarakat menghindari bangunan retak atau rusak yang dikhawatirkan roboh bila terjadi gempa susulan.
Gempa bumi tektonik di wilayah Sulut kerap terjadi karena posisinya yang berada di jalur pertemuan tiga lempeng besar dunia, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Filipina. Pergerakan lempeng ini menjadi pemicu aktivitas seismik tinggi di kawasan tersebut.
BMKG mengimbau agar masyarakat memantau informasi resmi hanya dari kanal terpercaya, mengingat banyaknya hoaks yang sering beredar pascagempa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni