Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

MPLS SR Terintegrasi 18 Tuban Dimulai, Kemensos Pastikan Aman dari Bullying dan Tidak Seperti Militer

Andreyan (An) • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 00:05 WIB
MPLS siswa SR Terintegrasi 18 Tuban dimulai, melibatkan 19 guru dan pengawasan wali asuh selama 24 jam.
MPLS siswa SR Terintegrasi 18 Tuban dimulai, melibatkan 19 guru dan pengawasan wali asuh selama 24 jam.

RADARTUBAN - Setelah 50 siswa SR Terintegrasi 18 Tuban mulai menghuni asrama di kompleks BLK Tuban.

Para siswa terpilih dari keluarga kurang mampu itu dijadwalkan akan memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari ini, Jumat (14/8).

Total ada dua rombongan belajar (rombel) yang akan mengikuti rangkaian kegiatan MPLS.

Rinciannya, 25 siswa jenjang kelas VII SMP dan 25 siswa jenjang kelas X SMA.

‘’Masa MPLS akan berlangsung dua pekan mulai besok (hari ini, Red), kami telah menyiapkan materi dalam 14 hari ke depan,’’ ujar Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nissa kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Vera, untuk hari pertama MPLS bagi jenjang SMP dan SMA belum ada materi secara signifikan, para siswa difokuskan untuk pengenalan lingkup lembaga pendidikan setempat dan membangun keakraban dengan teman-teman satu kelas.

Total ada 19 tenaga pendidikan (tendik) yang akan membimbing para siswa di dalam ruang kelas pada jenjang SMP dan SMA.

‘’Para siswa pastinya akan selalu terawasi, sebab di dalam asrama mereka (para siswa, Red) akan dibimbing wali asuh,’’ tutur dia.

Sementara itu, Sekretaris Direktoral Jenderal (Ditjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Beni Sujanto menyampaikan, perlindungan terhadap keberlangsungan belajar mengajar dan kegiatan siswa di asrama SR akan terjamin.

Beni memastikan tidak akan ada bullying ataupun hal dan pengaruh negatif lainnya yang menimpa siswa selama berada di lingkup SR.

Pihaknya juga melibatkan sejumlah stake holder untuk menjamin keamanan dan kelancaran siswa dalam menempuh pendidikan di SR.

‘’Sistemnya sekolah berasrama, selama 24 jam mereka (siswa SR, Red) akan menerapkan pola terstruktur. Namun, perlu di garisbawahi, kegiatan yang dijalani bukan seperti di sekolah militer,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #smp #asrama #Sekolah Rakyat #bullying #rombel #sma #blk #mpls