Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Viral Joget di Sidang MPR, Uya Kuya Klarifikasi Maksud Aksinya dan Sampaikan Permintaan Maaf kepada Publik

Ika Nur Jannah • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 00:05 WIB
Uya Kuya minta maaf usai videonya berjoget di Sidang MPR viral
Uya Kuya minta maaf usai videonya berjoget di Sidang MPR viral

RADARTUBAN – Presenter sekaligus artis Uya Kuya akhirnya angkat bicara terkait video dirinya yang viral lantaran berjoget di tengah Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2025.

Aksi tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat, mengingat acara itu biasanya dikenal sangat resmi dan penuh khidmat.

Melalui unggahan video klarifikasi di akun media sosial pribadinya pada Kamis (28/8), Uya Kuya menyampaikan permintaan maaf sekaligus penjelasan mengenai kejadian tersebut.

“Bukan pembelaan diri ataupun pembenaran, melainkan bercerita sebenar-benarnya tanpa dikurangi. Saat itu, setelah pidato tahunan Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto, acara ditutup dengan penampilan musik oleh teman-teman dari Universitas Pertahanan (Unhan) yang membawakan ensambel musik dan paduan suara lagu Maumere. Mereka sudah berlatih selama berminggu-minggu. Ketika mereka membawakan lagu itu, saya dan beberapa teman ikut bergoyang sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap para pemain musik. Saya tidak berniat meledek atau mengurangi keseriusan acara,” jelas Uya.

Video yang memperlihatkan Uya Kuya bergoyang di ruang sidang cepat menyebar di media sosial.

Sebagian netizen menganggap tindakannya kurang pantas dilakukan dalam forum resmi negara yang biasanya diwarnai dengan nuansa serius.

Namun, tak sedikit pula yang membela Uya. Mereka menilai aksinya wajar karena irama lagu Maumere memang identik dengan gerakan tarian dan suasana gembira.

Bahkan ada yang menyebut keberadaan musik di akhir sidang memang ditujukan untuk memberi nuansa lebih segar setelah rangkaian agenda kenegaraan yang penuh keseriusan.

Sidang Tahunan MPR 2025 ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain pidato kenegaraan Presiden, acara ditutup dengan penampilan musik meriah oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan).

Lagu daerah Maumere yang dibawakan dengan format ensambel dan paduan suara sukses mencuri perhatian banyak hadirin.

Atmosfer tersebut membuat sebagian undangan, termasuk Uya Kuya, larut dalam suasana.

Namun karena berlangsung di forum formal, ekspresi spontan itu kemudian memunculkan perdebatan di ruang publik.

Uya Kuya menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menunjukkan sikap tidak sopan.

Ia menilai klarifikasi dan permintaan maaf perlu disampaikan agar masyarakat tidak salah menafsirkan tindakannya.

“Saya sangat menghormati lembaga negara dan seluruh proses Sidang Tahunan MPR. Semoga penjelasan ini bisa meluruskan persepsi yang salah. Saya minta maaf apabila ada pihak yang merasa kurang nyaman dengan apa yang terjadi,” tambahnya.

Sidang Tahunan MPR merupakan agenda konstitusional yang selalu mendapat sorotan publik.

Meski tahun ini dibalut dengan penampilan seni budaya, acara tetap diharapkan dijalani dengan penuh rasa hormat. Kasus Uya Kuya menjadi pengingat bahwa ekspresi spontan di forum resmi kerap menimbulkan interpretasi beragam di tengah masyarakat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#berjoget #lagu maumere #Uya Kuya joget saat sidang #Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat #uya kuya #prabowo subianto #sidang mpr