Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Paparan Isu Negara dalam Media Berpotensi Tingkatkan Kecemasan Publik, Begini Penjelasan Psikolog

Dyah Ayu Oktiara Putri • Selasa, 2 September 2025 | 00:10 WIB

 

Membaca berita negatif terus-menerus dapat meningkatkan rasa takut dan cemas.
Membaca berita negatif terus-menerus dapat meningkatkan rasa takut dan cemas.

RADARTUBAN - Paparan berita mengenai kondisi negara, baik terkait politik, ekonomi, maupun sosial, dapat memicu kecemasan di tengah masyarakat.

Fenomena ini semakin meningkat seiring maraknya kebiasaan membaca informasi negatif secara berulang atau yang dikenal dengan istilah doomscrolling.

Psikolog Meity Arianty menyebut, rasa cemas tersebut merupakan hal wajar, namun ada batasan yang membuat kecemasan tersebut menjadi sebuah masalah yang serius jika tidak dikelola dengan baik.

“Perasaan takut atau cemas berlebihan setelah membaca atau menonton berita tentang demo atau konflik politik adalah reaksi yang wajar, tetapi dapat beragam intensitasnya,” jelas Meity.

Ia menjelaskan, menurut teori kecemasan, perasaan cemas kerap muncul akibat informasi yang diterima, terutama bila berkaitan dengan isu keamanan maupun stabilitas.

Dengan kata lain, saat seseorang menyaksikan adanya konflik, alam bawah sadarnya cenderung menafsirkan situasi tersebut sebagai ancaman bagi dirinya.

Kecemasan yang timbul sebenarnya tidak selalu berdampak negatif. Dalam kadar tertentu, rasa khawatir justru dapat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Namun, paparan informasi berlebihan dapat menumpuk emosi negatif hingga mengganggu keseimbangan mental.

Meity mengingatkan, kecemasan akibat berita bisa berkembang menjadi gangguan bila tidak diatasi. Tanda bahaya biasanya terlihat ketika rasa cemas berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Misalnya, kesulitan fokus, gangguan tidur, hingga rasa takut berlebihan meskipun berada di lingkungan aman.

Kondisi ini dapat mengindikasikan gangguan kecemasan yang memerlukan perhatian serius.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan memperoleh informasi dan kondisi emosional.

Salah satu langkah sederhana adalah mengurangi durasi membaca maupun menonton berita yang memicu kecemasan.

Jika merasa terlalu terbebani, sebaiknya mengambil jeda dari media sosial dan melibatkan diri dalam aktivitas yang menenangkan serta mendukung kesehatan mental.

Meity menekankan, masyarakat tetap perlu mengetahui perkembangan isu penting, namun dengan mengatur waktu serta frekuensi konsumsi berita.

Dengan begitu, mereka bisa tetap mendapatkan informasi yang relevan tanpa harus mengorbankan kesehatan psikologis.

Rasa cemas setelah melihat kondisi negara memang wajar dan menjadi bentuk empati terhadap situasi sosial, tetapi penting untuk mengenali batas wajar agar tidak berkembang menjadi stres berkepanjangan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Doomscrolling #paparan berita #psikolog #kecemasan #informasi negatif