RADARTUBAN - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan seluruh pertandingan internasional yang berlangsung di Jawa Timur akan berjalan aman dan tertib.
Keyakinan tersebut didasari dukungan penuh dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga kelompok suporter.
"Kami sangat serius dan bangga, sebab beberapa kali penyelenggaraan event timnas di Jawa Timur selalu berjalan lancar. Itu pula yang menjadi alasan Ketua Umum (Erick Thohir) memilih Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai venue. Kami percaya Jawa Timur mampu menjadi tuan rumah yang aman bagi pertandingan internasional tim nasional," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, saat meninjau Gelora Delta Sidoarjo, Selasa.
Yunus menambahkan, pihaknya berharap Timnas Indonesia U-23 yang tampil di Sidoarjo bisa mendapat semangat juara dari Stadion Gelora Delta, yang sebelumnya menjadi saksi kejayaan Timnas U-16 dan U-19.
Selain itu, PSSI menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan dalam kelancaran ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan FIFA Match Day yang digelar di Jawa Timur.
"Kami berterima kasih kepada Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, kepolisian, TNI, serta elemen suporter yang ikut memastikan penyelenggaraan berjalan aman," tambah Yunus.
Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh, mengajak masyarakat Jawa Timur untuk memberikan dukungan penuh terhadap laga internasional di Surabaya dan Sidoarjo.
Menurutnya, pertandingan ini akan menjadi gambaran bagi dunia tentang kondisi keamanan dan ketertiban di Indonesia.
"Sepak bola menyatukan kita semua. Mari buktikan bahwa Jawa Timur pantas menjadi contoh nasional, bukan hanya sebagai gudangnya sepak bola, tetapi juga dalam hal keamanan dan sportivitas. Semua harus berjalan tenang, aman, dan tertib," tegas Riyadh, yang juga menjabat Ketua Asprov PSSI Jawa Timur.
Riyadh menegaskan tidak akan ada pembatasan suporter, sebab semua pihak sudah berkomitmen menjaga keamanan.
Bahkan, jika muncul provokasi, para suporter sendiri siap menyerahkan pelaku kepada pihak berwenang.
"Jika situasi tidak kondusif, dampaknya bisa berimbas pada investasi, pariwisata, hingga perekonomian. Karena itu, mari bersama menjaga nama baik timnas dan bangsa Indonesia," pungkasnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni