Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ratusan Siswa di Kabupaten Lebong Mengalami Keracunan, Bakso Terbukti Terpapar Bakteri

Lia Irawati • Kamis, 4 September 2025 | 02:03 WIB
Bakso sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terpapar bakteri mengakibatkan ratusan siswa keracunan.
Bakso sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terpapar bakteri mengakibatkan ratusan siswa keracunan.

RADARTUBAN—  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, mendapat sorotan tajam setelah insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa.

Hasil uji laboratorium terbaru memastikan bahwa menu bakso yang disajikan dalam program tersebut terkontaminasi bakteri berbahaya.

Akibatnya, sebanyak 456 siswa dari sejumlah sekolah di Lebong harus mendapatkan penanganan medis dengan gejala pusing, mual, hingga muntah-muntah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan sampel makanan telah mengarah pada penyebab keracunan.

“Hasil uji sampel makanan menunjukkan bakso terpapar bakteri yang memicu ratusan siswa keracunan,” jelas Rachman, Rabu (3/9).

Menurutnya, temuan ini menjadi peringatan keras agar pengelola MBG lebih disiplin dalam menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Sejumlah siswa yang sebelumnya menjalani perawatan kini disebut sudah menunjukkan perkembangan positif.

Meski demikian, tim medis tetap melakukan pengawasan ketat untuk memastikan pemulihan berjalan tuntas.

“Fokus kami saat ini pemulihan siswa yang menjadi korban. Kondisi mereka berangsur membaik,” tambah Rachman.

Menanggapi kasus ini, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan langsung menginstruksikan penghentian sementara program MBG di Kabupaten Lebong.

Langkah itu dilakukan untuk memberikan ruang evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program.

“Kegiatan MBG kami hentikan sementara untuk evaluasi bersama,” ujar Helmi.

Evaluasi tersebut akan melibatkan Dinas Kesehatan, pengelola MBG, hingga aparat penegak hukum agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Rachman menekankan bahwa insiden keracunan bisa dihindari apabila seluruh pihak benar-benar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ikuti SOP dari BGN. Jika dijalankan dengan taat, insiden seperti ini bisa dicegah,” tegasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#lebong #program Makan Bergizi Gratis #bengkulu #bakteri #bakso #Mbg #keracunan massal