Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah 4 Amalan Istimewa di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H untuk Meraih Keberkahan dan Meneladani Rasulullah

Isna Fadillah • Kamis, 4 September 2025 | 18:05 WIB

 

Ilustrasi Maulid Nabi
Ilustrasi Maulid Nabi

RADARTUBAN- Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, menyambut bulan Rabiul Awal dengan penuh suka cita.

Bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri karena di dalamnya terdapat peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

Pada tahun ini, Maulid Nabi bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025 atau 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah.

Peringatan Maulid Nabi menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengekspresikan cinta dan syukur kepada Rasulullah SAW.

Beliau adalah sosok dengan akhlak mulia yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Menurut para ulama, di antaranya Imam Jalaluddin As-Suyuthi, rasa syukur dapat diwujudkan dengan memperbanyak amal ibadah serta perbuatan baik.

Berikut empat amalan utama yang dianjurkan untuk memperingati bulan Maulid:

1. Menjalankan Puasa Sunnah

Salah satu amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah berpuasa pada hari Senin. Puasa ini dimaknai sebagai ungkapan syukur atas hari kelahiran beliau.

Kementerian Agama RI juga menyebutkan bahwa puasa sunnah menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan ini.

2. Membaca Shalawat dan Puji-pujian

Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah bentuk cinta dan doa dari umatnya.

Tradisi ini sejalan dengan pembacaan kitab-kitab rawi di Indonesia, seperti Barzanji atau Simtud Duror, yang berisi kisah kelahiran serta puji-pujian kepada Nabi.

3. Mengikuti Majelis Maulid

Menghadiri majelis dzikir dan kajian keislaman di bulan Rabiul Awal juga memiliki nilai keutamaan tersendiri.

Imam As-Suyuthi menegaskan bahwa membaca kisah kelahiran Nabi SAW dapat mendatangkan doa malaikat serta limpahan rahmat dari Allah SWT.

4. Bersedekah dan Berbagi Makanan

Teladan kedermawanan Rasulullah SAW dapat dicontoh dengan memperbanyak sedekah dan berbagi makanan.

Di banyak daerah di Indonesia, tradisi berbagi “berkat” dalam peringatan Maulid Nabi masih terus dilestarikan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Imam As-Suyuthi juga menilai berbagi makanan sebagai salah satu wujud syukur yang paling utama.

Pada intinya, seluruh amalan tersebut mengarah pada satu tujuan, yaitu bersyukur kepada Allah SWT atas lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Syukur bisa diwujudkan melalui berbagai ibadah seperti shalat, puasa, sedekah, maupun membaca Al-Qur’an.

Memperingati Maulid Nabi dengan amalan-amalan kebaikan ini menjadi cara terbaik untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#puasa sunnah #maulid nabi #rasulullah #nabi muhammad saw #Sholawat #Bulan Rabiul Awal #amalan utama