RADARTUBAN- Sejumlah aktivis bersama influencer dari gerakan Indonesia Berbenah menyerahkan secara resmi Tuntutan Rakyat 17+8 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Aksi penyerahan dilakukan langsung oleh Jerome Polin, Abigail Limuria, Andovi da Lopez, Fathia Izzati, serta Jovial da Lopez di Gerbang Pancasila, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/9).
Dokumen tuntutan itu diterima oleh dua anggota DPR RI, yaitu Andre Rosiade dari Fraksi Gerindra dan Rieke Diah Pitaloka dari Fraksi PDIP.
Prosesi berlangsung di depan massa aksi yang sejak pagi menggelar unjuk rasa damai.
Dalam kesempatan tersebut, Rieke menegaskan bahwa pihaknya secara resmi menerima aspirasi rakyat dan berkomitmen menyampaikannya kepada pimpinan DPR.
Dia juga menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami menerima aspirasi masyarakat, tuntutan rakyat yaitu 17+8. Insyaallah akan kita sampaikan ke pimpinan yang berwenang. Tentu saja kami yang hadir di sini juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa September kelam, setidaknya bagi saya pribadi,” kata Rieke di hadapan massa.
Gerakan ini membawa 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang.
Beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan persoalan yang dirasakan masyarakat sehari-hari, terutama terkait sektor ekonomi dan kesejahteraan.
Rieke menyoroti secara khusus poin yang menyangkut kenaikan harga bahan pokok.
Dia menilai kondisi tersebut sangat mendesak untuk segera direspons pemerintah karena berdampak langsung pada rakyat kecil.
Selain itu, ada pula tiga tuntutan tambahan yang menurutnya patut menjadi prioritas:
- Menolak impor pangan yang dapat memukul petani lokal.
- Menolak kenaikan iuran BPJS yang dinilai membebani masyarakat.
- Mempercepat langkah konkret menjaga stabilitas harga, termasuk memperbaiki distribusi pangan agar harga di pasaran lebih terkendali.
Rieke berharap dukungan publik terus menguat agar suara rakyat yang disampaikan melalui gerakan ini tidak berhenti hanya pada momentum seremonial penyerahan.
Dia menegaskan bahwa DPR memiliki kewajiban memperjuangkan tuntutan rakyat, terutama terkait perbaikan kondisi ekonomi dan sosial.
“Mudah-mudahan tuntutan rakyat bisa ditambah, yaitu menurunkan harga kebutuhan pokok dan mengatasi kelangkaan pangan yang sedang terjadi. Kami meminta agar distribusi segera diperbaiki supaya harga pangan bisa turun,” tegas Rieke.
Aksi ini menjadi salah satu penanda bahwa kalangan muda, termasuk influencer, semakin berperan aktif dalam mengawal isu-isu kebangsaan.
Gerakan Tuntutan Rakyat 17+8 disebut sebagai simbol persatuan masyarakat sipil untuk menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan rakyat Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni