Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Muncul Isu Udang RI Terpapar Radioaktif, Membuat Harga Udang Turun dan Para Petambak Lokal Menjerit

M Robit Bilhaq • Senin, 8 September 2025 | 23:35 WIB
Ilustrasi foto udang dari tambak Indonesia
Ilustrasi foto udang dari tambak Indonesia

RADARTUBAN - Baru-baru ini muncul isu adanya paparan radioaktif pada udang Indonesia yang dijual di pasar Amerika Serikat, isu yang muncul tersebut tentunya memengaruhi petambak lokal.

Harga udang yang ada di beberapa wilayah turun hingga di angka 30 persen dan permintaan di pasar juga berkurang drastis.

Anjloknya harga dan turunnya permintaan pasar membuat para petambak menjadi gelisah, bahkan terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga murah di pasar lokal.

Andi Tamsil, selaku Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI), mengatakan bahwa isu radioaktif juga memengaruhi pasar dalam negeri, sehingga para pembeli tidak lagi tertarik membeli produk udang.

Munculnya isu radioaktif yang ada di udang membuat Pasar lokal juga terpengaruh, sehingga konsumen enggan membeli, meskipun hasil dari Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) sudah jelas menyatakan bahwa udang kita bebas dari radioaktivitas Cs-137.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) beberapa waktu lalu telah telah mengumumkan penarikan udang beku dari Indonesia yang dijual dengan merek Great Value di Walmart.

Dalam hasil investigasi, FDA menemukan bahwa kontainer udang dari PT BMS Foods terdeteksi mengandung isotop Cesium-137.

Sementara itu, Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup telah mengirimkan tim untuk menyelidiki sumber kontaminasi.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Ishak, menjelaskan bahwa radiasi ditemukan di area tempat orang mengumpulkan besi bekas dekat pabrik PT BMS.

"Tim penyelidikan menemukan bahan logam yang diduga mengandung zat radioaktif Cs-137," kata Ishak.

Meskipun hasil pemeriksaan Bapeten menyatakan udang Indonesia tidak terkontaminasi radioaktif, Andi Tamsil menegaskan dampak yang ditimbulkan dari isu yang muncul ini sudah terasa berat oleh para petambak.

Harga udang di beberapa daerah sudah turun hingga 30%. Di wilayah yang terkena dampak langsung, penjualan ke pasar juga ikut menurun drastis, sehingga para petambak terpaksa menjual dengan harga murah ke pasar lokal.

Bahkan pasar lokal juga ikut terpengaruh karena isu radioaktif, sehingga konsumen enggan membeli, ujarnya.

SCI menilai di situasi yang seperti ini pemerintah harus segera bertindak agar kepercayaan masyarakat kembali pulih.

"Perlu segera ada sosialisasi resmi hasil investigasi kepada publik agar situasi kembali normal. Pemerintah juga harus memberikan penjelasan cepat dan transparan disertai bukti kepada publik serta otoritas AS. Jangan biarkan ketidakpastian berlarut, karena dampak kehilangan pasar akan sulit untuk dipulihkan," ujar Andi.

Selain itu Andi juga mengingatkan bahwa petambak kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya dari situasi ini.

"Petambak kecil sedang menanggung dampak terberat. Konsumen harus diyakinkan kembali bahwa udang Indonesia aman. Penyelesaian cepat adalah kunci menjaga kepercayaan pasar domestik maupun internasional," katanya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harga murah #Udang Beku #petambak lokal #udang #pasar amerika serikat #radioaktif #Indonesia