Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tragis, Kakak Beradik Balita di Bengkulu Harus Dioperasi Akibat Alami Cacingan Parah

Dyah Ayu Oktiara Putri • Rabu, 17 September 2025 | 18:13 WIB
Perawatan insentif Balita 1 tahun 8 bulan cacingan.
Perawatan insentif Balita 1 tahun 8 bulan cacingan.

RADARTUBAN - Kasus cacingan kembali terjadi, kali ini di Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, Bengkulu, dua balita kakak beradik, Khaira Nur Sabrina (1 tahun 8 bulan) dan Aprillia (4 tahun) menjalani perawatan intensif di RSUD Tais setelah mengalami infeksi cacing yang parah.

Kondisi ini memprihatinkan karena cacing dalam jumlah banyak menggumpal di perut dan mulai keluar melalui mulut maupun hidung.

Kasus ini pertama kali terungkap pada Minggu, 13 September 2025, pukul 18.00 WIB, ketika Khaira menunjukkan gejala parah.

Cacing gelang atau Ascaris sebesar lidi sapu terlihat keluar dari mulut dan hidungnya. Anak itu segera dilarikan ke RSUD Tais, kemudian dirujuk ke RSUD M Yunus, Kota Bengkulu, pada Senin (15/9) untuk penanganan lebih lanjut.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur RSUD Tais, dr. Eva Debora Siahaan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan rontgen pada Khaira, balita berusia 1 tahun 8 bulan asal Seluma, menunjukkan adanya gumpalan cacing di dalam perut.

"Khaira dirawat intensif di RSUD. Menurut dokter spesialis anak, Khaira harus dioperasi karena gumpalan cacing sudah tidak bisa dikeluarkan secara normal," ungkapnya, dilansir dari Kompas, Selasa, (17/9).

Selain cacing yang keluar melalui hidung dan mulut, Khaira juga mengalami sejumlah gejala lain, seperti demam tinggi, batuk berdahak, gelisah, dan sesak napas.

Dokter Eva menambahkan, karena memerlukan tindakan operasi, pihak rumah sakit kemudian merujuk Khaira melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) ke dua rumah sakit, yakni RSUD M Yunus dan RS Ummi di Kota Bengkulu.

"Menggunakan Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) karena pasien BPJS, maka RSUD M Yunus merespons dan Khaira sudah dirujuk," ucapnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh kakak Khaira, Aprillia yang mengalami cacingan dan perlu perawatan lebih lanjut.

Hal tersebut terungkap setelah pihak rumah sakit melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pasien.

"Setelah kami wawancara pihak keluarga, observasi Aprillia yang merupakan kakak Kharisa diketahui bahwa Aprillia juga sama seperti Khaira, ada gumpalan cacing di perutnya," kata dokter Eva.

"Jadi selama ini pihak keluarga tidak menyadari bahwa kakak beradik itu mengalami serangan cacing parah," tambah Eva. 

Menurut Eva, penyebab infeksi cacing umumnya berasal dari pola hidup tidak sehat, seperti bermain di tanah tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan sebelum makan, serta kuku yang kotor.

Oleh karena itu, Eva mengingatkan agar orang tua menjaga kebersihan anak sejak dini.

"Jika keluar rumah, biasakan memakai sandal dan terpenting cuci tangan dan kaki sebelum makan. Terpenting juga setiap enam bulan atau setahun sekali berikan obat cacing pada anak. Ini penting untuk mewaspadai anak terhindar dari penyakit cacing ini," tutur Eva.

Saat ini, kedua balita tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD M Yunus Bengkulu. (*)

Editor : radar tuban digital
#bengkulu #rsud #cacingan