RADARTUBAN - Penampilan mengejutkan yang ditampilkan oleh pembalap muda Isack Hadjar pada GP Belanda beberapa pekan lalu membuat namanya semakin diperhitungkan di internal Red Bull.
Banyak laporan menyebut, pembalap muda Racing Bulls tersebut akan menjadi kandidat kuat mengisi kursi kedua Red Bull di tahun 2026.
Meskipun podium pertamanya di Belanda dibumbui keberuntungan karena mobil Lando Norris yang mengalami kegagalan teknis, tak dapat dipungkiri bahwa masuk ke jajaran lima besar menjadi daya tarik tersendiri bagi Hadjar.
Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah promosi tersebut menjadi langkah tepat, baik untuk Hadjar maupun Red Bull.
Hal tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat bagaiman mereka musim ini terus menggonta-ganti lini pembalap keduanya.
Sejarah juga mencatat tim berlogo banteng tersebut sering kali tidak mampu memanfaatkan pembalap muda karena tekanan besar harus berada di samping Max Verstappen.
Dalam internal Red Bull sendiri, Yuki Tsunoda dinilai masih stagnan meskipun telah menjalani musim keempatnya di Formula 1.
Sedangkan Liam Lawson, meskipun tampil solid di Racing Bulls, tetapi Liam belum sepenuhnya menjanjikan, apalagi jika mengingat balapan awal musim ini bersama Red Bull sebelum digantikan oleh Tsunoda.
Menempatkan langsung Hadjar menjadi rekan satu tim Verstappen dinilai hanya akan mengulangi kesalahan yang sama.
Selain tekanan yang besar, faktor teknis juga tidak dapat diabaikan.
Banyak yang menganggap Verstappen memiliki hubungan yang erat dengan tim serta kru, sehingga siapa pun yang menjadi pembalap kedua akan kesulitan menyamai standar itu.
Isac Hadjar jelas masih membutuhkan waktu untuk bisa tampil lebih matang di ajang balap jet darat itu, apalagi menghadapi regulasi baru 2026 yang membuat peta persaingan lebih sulit ditebak.
Kendati begitu, Hadjar sendiri mengaku jika promosi pada tahun 2026 lebih masuk akal daripada musim ini.
Menurutnya, awal penerapan regulasi baru menjadi kesempatan pembalap untuk membangun hubungan yang erat dengan mobilnya.
Tetapi, tetap saja banyak fans dan analis menilai satu atau dua tahun lagi di Racing Bulls menjadi keputusan tepat sebelum menghadapi tekanan besar di Red Bull. (*)
Editor : radar tuban digital