Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kiprah Bersejarah Prabowo di Sidang Umum PBB: Jejak Diplomasi Keluarga Cendana

Ika Nur Jannah • Senin, 22 September 2025 | 16:05 WIB
Prabowo Subianto hadir di Sidang Umum PBB ke-80 dengan agenda multilateralisme dan isu Palestina, melanjutkan tradisi diplomasi keluarga Djojohadikusumo. 
Prabowo Subianto hadir di Sidang Umum PBB ke-80 dengan agenda multilateralisme dan isu Palestina, melanjutkan tradisi diplomasi keluarga Djojohadikusumo. 

RADARTUBAN - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menyampaikan pidato di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar pada (23/9), di New York, Amerika Serikat.

Kehadiran Prabowo ini menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia sekaligus meneruskan tradisi diplomasi keluarga.

Mengikuti jejak sang ayah, mendiang Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang pernah memimpin utusan Indonesia di PBB pada era 1948-1949.

Prabowo akan menjadi presiden kelima Indonesia yang tampil berpidato secara langsung di forum Sidang Umum PBB dan akan berbicara pada urutan ketiga dalam sesi debat umum selepas Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat.

Posisi ini dinilai strategis karena pidato Prabowo dapat membentuk nada serta arah diskusi utama debat umum Sidang Majelis Umum PBB.

Sumitro Djojohadikusumo dikenal sebagai tokoh diplomasi yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di arena internasional dengan mengirimkan memorandum penting kepada pejabat AS pada tahun 1948 yang mengecam agresi militer Belanda.

Dokumen itu bahkan dimuat di The New York Times dan berperan besar dalam pengakuan kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar 1949.

Kehadiran Prabowo dianggap sebagai penerus tradisi diplomasi tersebut.

Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), menyatakan harapannya agar Prabowo dapat memperjuangkan multilateralisme global, yang kini mengalami tantangan berat di seluruh dunia.

Dukungan serupa disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hamdan Hamedan, yang menyebut pidato ini sebagai momentum penting untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa besar dalam diplomasi internasional dan komitmen terhadap penguatan multilateralisme.

Selain pidato di Sidang Umum, Presiden Prabowo juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral dan multilateral selama kunjungannya di New York.

Memperkuat agenda diplomasi Indonesia di panggung dunia.

Sidang Umum PBB ke-80 mengangkat tema “Better Together: 80 Years and More for Peace, Development, and Human Rights."

Sebagai refleksi dari 80 tahun peran PBB dalam perdamaian dan pembangunan global.

Isu Palestina juga menjadi sorotan utama dalam forum tahun ini, dengan dukungan beberapa negara besar yang siap mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina.

Kedatangan Presiden Prabowo di New York disambut hangat oleh diaspora Indonesia dan menandai penampilan langsung kepala negara Indonesia di forum PBB setelah lebih dari satu dekade, menjadikan momen ini begitu bersejarah dan dinantikan oleh bangsa Indonesia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#presiden republik indonesia #sidang umum #pbb #prabowo subianto