RADARTUBAN - Puluhan siswa TK di Kota Pangkalpinang terpaksa menahan lapar setelah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan diduga berbau tak sedap dan tak layak konsumsi, Senin (22/9).
Melansir dari Kompas.com seorang siswa mengungkapkan bahwa ayam dalam menu MBG berbau menyengat.
"Gak makan, ayamnya bau," ucapnya pada Senin (22/9).
Mengetahui kondisi itu, guru segera meminta siswa tidak menyantap hidangan MBG.
Sebagai gantinya, anak-anak hanya bisa menikmati susu serta air putih dalam kemasan.
Sayangnya, sebagian siswa tetap kelaparan lantaran sebelumnya diimbau untuk tidak membawa bekal, mengingat sudah ada jatah MBG dari sekolah.
Guru pun mendokumentasikan menu yang diterima dan berencana melaporkannya kepada penyedia jasa.
"Kami kalau ada keluhan disuruh untuk melapor," kata salah seorang guru, yang dilansir dari Kompas.com, Selasa (23/9).
Erwandy, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, menegaskan laporan terkait penerimaan MBG akan diteruskan ke penyedia jasa yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kami akan sampaikan dan berkoordinasi pada mitra penyedia, di sini kami hanya sebagai penerima manfaat," jelas Erwandy.
Erwandy juga mendukung keputusan guru menghentikan konsumsi menu tersebut demi mencegah risiko keracunan.
"Memang benar jangan dilanjutkan, bagaimana kalau anak-anak keracunan, bisa tambah masalah," imbuhnya.
Tak hanya itu, Erwandy juga mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa kembali kualitas makanan MBG di beberapa sekolah di kota tersebut.
"Kami akan sampaikan, termasuk nanti dicek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari mana, apakah dari kepolisian atau bukan karena sudah ada wilayah masing-masing," tuturnya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan ketat diperlukan dalam program MBG agar kualitas makanan tidak mengabaikan standar keamanan dan gizi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni