RADARTUBAN - Jatim menjadi role model pengawasan partisipatif dan harapan baru dalam upaya menghadirkan pemilu yang lebih berkualitas.
Hal ini terlihat dari langkah Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (Bawaslu Jatim) yang menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim).
Kedua lembaga tersebut bersepakat memperkuat sinergi dalam pengawasan data pemilih dan memperluas literasi politik masyarakat.
Sinergi Lintas Lembaga di Jawa Timur
Audiensi antara Bawaslu Jatim dan Kanwil Kemenag Jatim berlangsung pada Senin (30/9).
Pertemuan ini menekankan pentingnya pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pengawasan partisipatif, serta pendidikan politik.
“Ketiga hal ini penting untuk memastikan partisipasi masyarakat berjalan sehat, bebas dari politik uang, sekaligus memberikan pemahaman yang benar terkait demokrasi, terutama bagi pemilih pemula,” ujar Eka Rahmawati, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jatim.
Melalui kerja sama ini, Jawa Timur berpotensi menjadi contoh nasional.
Dengan jumlah pemilih yang besar, sinergi lintas lembaga di daerah ini dapat membuka jalan bagi praktik demokrasi yang lebih partisipatif dan berintegritas.
Pendidikan Politik Sejak Dini
Upaya pencegahan politik uang menjadi perhatian khusus.
“Pencegahan sejak dini adalah kunci. Melalui jaringan Kemenag yang luas, Bawaslu dapat masuk ke madrasah, pondok pesantren, hingga tempat ibadah untuk memperkuat literasi politik,” tegas Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta.
Pendekatan ini dinilai strategis karena pemilih pemula, terutama siswa SMA/MA, menjadi kelompok yang rawan dipengaruhi.
Dengan literasi politik yang kuat, mereka diharapkan lebih kritis terhadap praktik yang mencederai demokrasi.
Kemenag Dukung Literasi Politik
Plh Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, menyambut baik inisiatif Bawaslu Jatim.
Ia menilai literasi politik bukan sekadar materi tambahan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter.
“Kami menyadari bahwa literasi politik merupakan bagian penting dari pendidikan karakter masyarakat. Kanwil Kemenag Jatim siap berkolaborasi dengan Bawaslu untuk memastikan pesan-pesan demokrasi tersampaikan dengan baik melalui jaringan madrasah, pesantren, dan pembimas agama,” ungkapnya.
Menuju Demokrasi Bermartabat
Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan penting agar Jatim menjadi role model pengawasan partisipatif di tingkat nasional.
Jika sukses, pola kolaborasi Bawaslu Jatim dan Kanwil Kemenag Jatim dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain dalam menjaga integritas pemilu, mencegah politik uang, serta memperkuat partisipasi masyarakat. (*/lia)
Editor : radar tuban digital