RADARTUBAN – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, kembali melakukan kunjungan langsung untuk meninjau penanganan musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10).
Kehadirannya bertujuan memberikan penguatan moral serta doa kepada para wali santri yang masih menanti kabar anak-anak mereka pasca runtuhnya gedung tiga lantai di komplek pesantren tersebut.
Fase Golden Time Berakhir, Evakuasi Terus Berlanjut
Hingga pukul 16.00 WIB, fase golden time atau masa krusial pencarian korban resmi berakhir.
Tim SAR gabungan pun mengerahkan personel khusus serta mempersiapkan alat berat guna mempercepat proses evakuasi.
Proses pencarian korban yang tertimbun di bawah reruntuhan beton dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar keselamatan tetap terjamin.
Suasana haru dan cemas masih menyelimuti para wali santri yang menunggu kepastian kondisi putra-putrinya.
Kehadiran Kakanwil Kemenag Jawa Timur di lokasi memberikan dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh keluarga besar pesantren.
Pesan Tabah dan Tawakkal untuk Wali Santri
Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan pesan penguatan kepada wali santri agar tetap sabar menghadapi ujian ini.
“Kami memberikan penguatan terhadap para wali santri yang sedang kalut menunggu kabar pasti kondisi anak-anaknya. Kami memotivasi agar tetap sabar serta tawakkal terhadap ketentuan Allah SWT,” tutur Kakanwil dengan mata berkaca-kaca.
Selain memberikan motivasi, ia juga meninjau dapur umum yang disiapkan untuk relawan, aparat, dan wali santri.
Keberadaan dapur umum ini didirikan untuk memastikan kebutuhan logistik tetap terpenuhi selama proses pencarian korban di Pondok Pesantren Al Khoziny berlangsung.
Bantuan dan Doa untuk Korban
Tidak hanya itu, Kakanwil turut menyalurkan santunan dan vitamin kepada wali santri serta relawan yang bekerja di lapangan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit mengurangi beban fisik maupun psikologis mereka.
Ia juga menyampaikan doa terbaik bagi para korban, baik yang sedang dirawat di rumah sakit maupun yang telah meninggal dunia.
“Kami berharap para santri yang sedang dirawat segera diberikan kesembuhan, dan bagi yang meninggal dunia semoga mendapatkan husnul khotimah,” ungkapnya.
Sinergi Pemerintah dalam Penanganan Musibah
Kakanwil menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi intens dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya.
Koordinasi ini meliputi penanganan korban, dukungan logistik, hingga pendampingan psikologis bagi para wali santri.
Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur memastikan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pihak terkait terus berjalan.
Hal ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan, kepedulian, dan pendampingan nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny. (*/lia)
Editor : radar tuban digital