RADARTUBAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan struktur bangunan seluruh pondok pesantren (ponpes) di Indonesia.
Instruksi ini disampaikan setelah kejadian ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang berusia puluhan orang.
Perintah tersebut disampaikan Prabowo ketika mengundang sejumlah menteri ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada malam Minggu (5/10) guna membahas kemajuan program pemerintah.
Teddy menambahkan, Prabowo juga meminta agar menteri yang akrab disapa Cak Imin itu memberikan dukungan kepada pemilik pondok pesantren agar lebih memperhatikan infrastruktur maupun pembangunan gedung.
Sebelumnya, musala Pondok Pesantren Al Khoziny yang terletak di Kabupaten Sidoarjo mengalami keruntuhan pada Senin (29/9).
Insiden ini menewaskan 45 orang dan sejumlah korban masih dalam proses evakuasi di bawah menyewa bangunan empat lantai tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, Cak Imin juga menyoroti pentingnya standar dan keterlibatan tenaga ahli dalam pembangunan pesantren.
Dia menegaskan, pembangunan ponpes tidak dapat dilakukan secara mandiri tanpa teknik kalkulasi dan harus melibatkan tim tenaga kerja.
Selain itu, pemerintah berencana memberikan bantuan tenaga teknik untuk membantu pembangunan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Rekomendasi ini akan dikoordinasikan bersama Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terkait keselamatan dan kekuatan struktur bangunan pondok pesantren setelah tragedi Ponpes Al Khoziny yang menggemparkan nasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama