Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cak Ncop Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Kreativitas Sejati Tetap Lahir dari Sentuhan dan Proses Manual Manusia

Silva Ayu Triani • Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Ilustrasi Cak Ncop saat berbagi pandangan tentang seni dan teknologi
Ilustrasi Cak Ncop saat berbagi pandangan tentang seni dan teknologi

RADARTUBAN - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, seniman digital asal Yogyakarta, Cak Ncop, menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi kawan, bukan lawan, dalam proses berkarya.

Sejak awal tahun 2000-an, ia menggabungkan keahliannya di bidang desain grafis dengan teknologi AI untuk menciptakan karya seni berkarakter fotografis yang kuat dan sarat makna.

Hal ini ia ungkapkan dalam podcast GoodTalk yang tayang di YouTube Good News From Indonesia pada Minggu (17/8).

AI digunakan sebagai media untuk memvisualisasikan ide, namun proses kreatif tetap dijalankan dengan sentuhan manual yang kuat.

AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat yang membantu memperluas kemungkinan ekspresi seni.

“AI itu seperti kamera, alat bantu. Tapi, karya seni tetap harus dikerjakan dengan kesadaran dan crafting manusia,” kata Cak Ncop.

Dia selalu mengolah hasil gambar dari AI dengan teknik editing dan manipulasi digital agar karya memiliki nilai seni sejati dan tidak sekadar visual instan.

Proses kreatif yang dijalankan Cak Ncop mirip dengan fotografi, di mana prompt dalam AI berperan seperti jepretan kamera yang menentukan konsep visual.

Gambar mentah dari AI adalah langkah awal yang kemudian disempurnakan dengan pengerjaan ulang.

“Saya tidak pernah menggunakan gambar AI apa adanya. Semua saya kerjakan ulang agar sesuai visi saya,” terangnya.

Selain berkarya, Cak Ncop yang juga dikenal sebagai pendiri Kelas Pagi Yogyakarta membagikan filosofi di balik kelas fotografi gratis tersebut.

Selama lebih dari 15 tahun, Kelas Pagi bertahan berkat semangat berbagi ilmu tanpa pamrih.

“Manusia punya rasa ingin tahu yang alami. Kalau kita sediakan tempat dan ilmu, mereka pasti datang,” ujarnya.

Meski tidak berbayar, kelas ini tetap menekankan kedisiplinan serta pengembangan soft skill sebagai nilai utama dalam proses belajar.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Cak Ncop menekankan bahwa seni dan teknologi harus berjalan beriringan dengan manusia tetap memegang kendali.

Teknologi seperti AI dapat menjadi media baru yang memperkaya kreativitas jika digunakan dengan kesadaran penuh.

Baginya, proses pengerjaan manual dan effort manusia adalah esensi utama seni.

Pandangan Cak Ncop ini sangat relevan di tengah kemajuan teknologi yang cepat dan ketakutan akan hilangnya nilai seni asli.

Dengan menggunakan AI sebagai alat bantu, seniman dapat memproduksi karya yang kaya pesan dan makna, termasuk kritik sosial, seperti beberapa karya digitalnya yang viral dan menyoroti kondisi masyarakat.

Cerita dan filosofi ini menjadi inspirasi bagaimana pendidikan seni gratis dan kecanggihan teknologi bisa berpadu menciptakan karya yang bukan hanya enak dipandang, tetapi juga bermakna dan berdampak.

Kelas Pagi dan karya AI Cak Ncop memperlihatkan bahwa seni tetap hidup melalui kolaborasi manusia dan teknologi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #kecerdasan buatan #Cak Ncop #kreativitas #manusia #alat bantu #seniman