Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BRI Peduli Buka Jalan Usaha Baru untuk Purna PMI Lombok Lewat Pelatihan Anyaman Bambu

Ardian Ananto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 17:37 WIB

Lewat program BRI Peduli, para Purna PMI di Desa Loyok dilatih mengolah bambu jadi produk kreatif berdaya saing global.
Lewat program BRI Peduli, para Purna PMI di Desa Loyok dilatih mengolah bambu jadi produk kreatif berdaya saing global.

RADARTUBAN – Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di tanah air.

Namun, tak sedikit Purna PMI yang menghadapi berbagai tantangan setelah kembali ke Indonesia.

Mulai dari keterbatasan keterampilan usaha, minimnya akses permodalan, hingga kesulitan menemukan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai wujud komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli kembali meluncurkan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia.

Program ini ditujukan bagi para pekerja migran yang telah menyelesaikan masa kontraknya di luar negeri dan kembali ke tanah air.

Baca Juga: BRI Tumbuh Double Digit! Kredit Konsumer Capai Rp216,26 T, BRIguna & KPR Jadi Penopang Utama

Kali ini, sasarannya adalah purna pekerja migran dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebanyak 30 Purna PMI mengikuti rangkaian pelatihan di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Pelatihan yang diberikan meliputi pengembangan produk bambu berbasis tren pasar dan preferensi konsumen, teknik anyaman lanjutan, diversifikasi produk bambu berkualitas ekspor, pengelolaan keuangan dan harga pokok penjualan, hingga pemasaran, branding, serta inovasi desain produk.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membekali Purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan agar mampu memulai usaha mandiri atau mendapatkan pekerjaan layak di Indonesia.

“Dengan dukungan mentor berpengalaman, para Purna PMI memiliki kesempatan mengembangkan usaha secara mandiri atau memperoleh pekerjaan sesuai bidang dan keterampilan mereka. Diharapkan hal ini dapat mendorong kemandirian, kesejahteraan, sekaligus kontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Dhanny.

Lombok sendiri dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya adalah Desa Loyok di Lombok Timur, yang terkenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para perajin menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan bahan baku dan persaingan dengan produk modern, yang berdampak pada menurunnya pemasaran.

Menariknya, Desa Loyok juga merupakan tempat tinggal banyak Purna PMI yang telah kembali dari luar negeri, sehingga menjadi lokasi yang potensial untuk kegiatan pemberdayaan.

Melalui integrasi pelatihan kerajinan bambu, inovasi desain, dan strategi pemasaran modern.

Program ini diharapkan mampu mengatasi tantangan yang dihadapi para perajin sekaligus memberdayakan Purna PMI agar mampu menciptakan peluang usaha baru.

Fokus utama pemberdayaan di Lombok adalah pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis kerajinan bambu.

Produk dari Desa Loyok memiliki potensi besar di pasar global, terutama untuk kategori perabot rumah tangga dan dekorasi yang kini banyak diminati masyarakat dengan kesadaran tinggi terhadap produk ramah lingkungan.

Baca Juga: Kredit Rumah Subsidi BRI Tembus Rp 14,21 Triliun, Tapi Risiko NPL dan Beban Fiskal Mengintai!

Selain itu, para peserta juga dibekali kemampuan mengelola keuangan dan usaha secara efisien, serta strategi pemasaran dan branding agar produk mereka semakin kompetitif di pasar lokal maupun global.

“Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha berbasis komunitas yang memberikan dampak ekonomi luas, baik bagi peserta maupun masyarakat sekitar,” pungkas Dhanny. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#bambu #tanah air #BRI #pmi #lombok timur #pekerja migran indonesia