RADARTUBAN - Peristiwa tabrak lari kembali mengakibatkan korban jiwa. Pagi hari kemarin, (7/10), seorang bernama Khamim yang berasal dari Kecamatan Dukun, meninggal setelah terlibat kecelakaan di Jalan raya Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik.
Motor Honda Supra X yang dikendarainya dengan nopol W 2396 KC mengalami oleng dan hingga akhirnya terlindas truk yang tidak diketahui identitasnya.
Kejadian tersebut terjadi tepatnya sekitar pukul 5.00 WIB, awalnya, korban yang berusia 59 tahun itu melaju ke arah Kota Gresik.
"Berusaha mendahului sebuah truk di depannya," ujar Kapolsek Manyar AKP Dante Anan Irawanto.
Sayangnya, korban diduga kurang memperhatikan jarak aman terhadap kendaraan yang ada di depannya, akibatnya, korban bersenggolan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
"Korban terjatuh ke sisi kiri jalan dan terlindas truk yang tidak diketahui identitasnya," ujar Dante.
Nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi setelah mengalami pendarahan yang sangat parah. Lebih parahnya, truk yang terlibat kecelakaan terus melaju tanpa berhenti untuk menolong.
"Kami sudah mengamankan barang bukti dan keterangan. Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada Unit Laka Satlantas Polres Gresik," kata mantan Kapolsek Cerme itu.
Sehari sebelumnya, kejadian yang serupa juga terjadi di Raya Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, pada Senin (6/10) pagi.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan nopol L 4728 QD yang dikendarai oleh Rohmat Syaiful Gufron, pria asal Lamongan tersebut meninggal setelah dihantam truk tak dikenal dari belakang.
Peristiwa itu terjadi saat korban berkendara dari arah timur ke barat sekitar pukul 01.00 WIB.
Tempat berada di lokasi kejadian, pemuda berusia 23 tahun itu mencoba melewati truk dari sisi kanan dengan kecepatan sedang.
"Pengendara motor tidak menyadari ada median jalan, sehingga menabrak pembatas," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Achmad Andri Aswoko.
Tabrakan tersebut membuat korban terlempar ke sisi kiri jalan, disaat yang sama, truk tak dikenal tersebut sudah sangat dekat, sehingga tabrakan pun tidak bisa dihindari. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama