Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Psikolog Ungkap Jodoh yang Tepat Adalah yang Membuat Tenang, Bukan yang Bikin...

Imanda Najwa Kirana Dewi • Jumat, 10 Oktober 2025 | 18:10 WIB
Psikolog ungkap cinta sejati tak selalu bikin deg-degan, tapi...
Psikolog ungkap cinta sejati tak selalu bikin deg-degan, tapi...

RADARTUBAN – Kalau kamu masih berpikir bahwa cinta sejati selalu datang dengan rasa deg-degan dan drama yang memacu adrenalin, mungkin kamu perlu mendengar pandangan Sabrina Maidah, M.Psi., psikolog.

Ia menegaskan bahwa jodoh yang tepat justru datang dengan ketenangan, bukan dengan kegelisahan.

Cinta yang sehat, kata Sabrina, membuat seseorang merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Dalam wawancara bersama kanal YouTube JC Dawn pada 8 Agustus 2025, Sabrina menjelaskan bahwa banyak orang masih terjebak dalam pandangan lama.

Dimana jodoh ideal harus memenuhi daftar kriteria sempurna: menarik, mapan, dan memiliki status sosial tinggi.

Namun, menurutnya, hubungan yang langgeng justru berakar pada kecocokan emosional dan kesiapan diri, bukan semata-mata penampilan luar.

“Fondasi hubungan yang sehat bukan siapa yang paling menarik atau paling kaya, tapi siapa yang paling bisa membuat kita merasa aman dan menjadi diri sendiri,” ujar Sabrina tegas.

Ia menjelaskan bahwa compatibility (kecocokan) jauh lebih dalam daripada sekadar kesamaan hobi atau selera.

Banyak hubungan gagal karena terjebak pada daya tarik semu, padahal keberhasilan hubungan ditentukan oleh kemampuan pasangan untuk saling memahami, berempati, dan berkomunikasi secara tulus.

Antara Chemistry dan Connection

Sabrina juga mengingatkan agar tidak salah kaprah membedakan chemistry dan connection.

“Chemistry hanyalah percikan awal, sementara connection adalah api yang harus dijaga agar tetap hangat,” jelasnya.

Jika chemistry diibaratkan benih, maka connection adalah tanah subur dan air yang membuat cinta bertumbuh sehat.

Peran EQ dan Proses Penyembuhan Diri

Lebih lanjut, Sabrina menyoroti pentingnya kecerdasan emosional (EQ) dalam hubungan.

EQ menentukan bagaimana seseorang merespons emosi, memahami perasaan pasangan, dan mencegah konflik destruktif.

Ia juga menyebut bahwa pasangan sering kali menjadi “cermin diri” yang memantulkan luka masa lalu.

“Karena itu, penting untuk menyembuhkan diri sebelum menyalahkan orang lain,” ungkapnya.

Sabrina menyarankan journaling atau menulis perasaan sebagai langkah awal untuk mengenali emosi dan memahami diri sendiri.

Ia juga menyinggung pentingnya mengenal gaya kelekatan (attachment style) — apakah seseorang cenderung secure, anxious, atau avoidant.

Dengan mengenal pola ini, individu bisa menyadari “PR emosional” yang perlu diselesaikan agar hubungan lebih stabil.

Cinta Bukan Alasan untuk Bertahan

Namun, Sabrina menegaskan bahwa cinta bukan alasan untuk bertahan dalam hubungan yang menyakiti diri sendiri.

“Cinta bukan alasan untuk bertahan pada hubungan yang membuatmu kehilangan diri sendiri,” katanya.

Tanda bahaya (red flag) yang perlu diwaspadai, menurutnya, meliputi kontrol berlebihan, manipulasi, gaslighting, hingga perlakuan merendahkan.

Cinta Sehat Membuat Tumbuh Bersama

Hubungan yang sehat, kata Sabrina, justru memberi ruang bagi masing-masing individu untuk tumbuh.

“Jangan masuk hubungan untuk menambal kekosongan. Datanglah dengan kelimpahan, agar cinta menjadi saling melengkapi, bukan saling menggantungkan,” ujarnya lembut.

Tiga Kualitas Penting dalam Hubungan Sehat

Menurut Sabrina, ada tiga hal utama yang sebaiknya menjadi dasar dalam mencari pasangan hidup:

  1. Rasa Aman Emosional – Merasa didengar dan diterima tanpa takut dihakimi.
  2. Komunikasi yang Sehat – Mampu menyelesaikan masalah tanpa drama berkepanjangan.
  3. Regulasi Emosi – Bisa menenangkan diri dan pasangan di saat sulit.

“Jangan cuma sibuk mencari orang terbaik. Jadilah juga sosok terbaik untuk pasanganmu.” tutup dia.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa jodoh yang tepat bukan datang dari pencarian tanpa akhir, melainkan dari kedewasaan, kesadaran diri, dan kesiapan untuk tumbuh bersama. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jodoh #Tenang #cinta sejati #psikolog #chemistry