Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Lagi Sekadar Kirim Barang, Misi Dagang Jatim–Sulteng Jadi Penguatan UMKM dan Potensi Lokal

Bihan Mokodompit • Senin, 20 Oktober 2025 | 15:23 WIB
Ilustrasi peta Jawa Timur dan Sulawesi Tengah.
Ilustrasi peta Jawa Timur dan Sulawesi Tengah.

RADARTUBAN - Misi Dagang Jatim–Sulteng bukan sekadar ajang transaksi jual beli.

Dalam pertemuan yang digelar di Palu tersebut, dua provinsi ini sepakat menumbuhkan semangat baru melalui pertukaran pengetahuan dan pendampingan antar pelaku usaha.

Melalui konsep Kerja Sama Ekonomi Daerah, Jawa Timur dan Sulawesi Tengah berupaya memperkuat ekosistem ekonomi rakyat agar lebih tangguh dan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa dagang kali ini tak berhenti di meja transaksi.

“Dagang ini bukan sekedar selesai di transaksi. Namun juga diharapkan akan berlanjut di kerjasama yang telah tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama antar Perangkat Daerah di kedua provinsi,” ujarnya.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki total 293 Desa Devisa yang telah mendapat Surat Keputusan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Melalui SK tersebut, para pelaku Desa Devisa mendapatkan pembinaan, penguatan desain produk sesuai tren pasar, dukungan modal, hingga akses ke pasar ekspor.

Transfer Pengetahuan untuk Tingkatkan Daya Saing

Khofifah menilai Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak itu.

“Sulteng memiliki kain tenun dan kain songket yang saya rasa akan memiliki kekuatan atau potensi untuk dijadikan Desa Devisa,” jelasnya.

Melalui skema ini, pelaku usaha di Sulteng berpeluang memperoleh pembinaan, penguatan modal, serta pendampingan desain agar mampu bersaing di pasar global.

Selain sektor industri kreatif, Khofifah juga menyoroti potensi pertanian dan kehutanan.

Dia menilai Kerja Sama Ekonomi Daerah antara Jatim dan Sulteng akan mendorong penguatan Perhutanan Sosial agar lebih luas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Potensi Baru dari Durian Musang King

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengungkapkan potensi unggulan baru dari Sulawesi Tengah, yaitu Durian Musang King. 

Dia menuturkan bahwa 85 persen kebutuhan durian jenis ini di Jawa Timur masih dipenuhi dari impor. Namun kini, hasil Durian Musang King dari Sulteng telah mampu merambah pasar ekspor.

“Sehingga sangat dimungkinkan bahwa melalui pertemuan ini kemudian membuka pintu perdagangan baru, dimana Durian dari Sulteng sangat potensial,” ucapnya optimis.

Pelaku Usaha dan Pemerintah Daerah Saling Menguatkan

Tak hanya di tataran pemerintahan, Misi Dagang Jatim–Sulteng juga mempertemukan berbagai pelaku usaha dari kedua daerah.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan antara sejumlah OPD dan organisasi seperti KADIN, HIPMI, IWAPI, dan FORKAS, yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan optimismenya terhadap kolaborasi ini.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah menginisiasi kerjasama ini sehingga disamping punya potensi, kita juga bisa berkembang lebih baik lagi,” ujarnya.

Melalui Misi Dagang Jatim–Sulteng, kedua provinsi tidak hanya bertukar komoditas, tapi juga membuka ruang belajar bersama tentang tata kelola usaha, inovasi produk, dan penguatan jejaring pasar.

Inilah bentuk nyata Kerja Sama Ekonomi Daerah yang tak hanya menumbuhkan angka transaksi, tetapi juga menumbuhkan kualitas dan kemandirian ekonomi rakyat di dua provinsi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#misi dagang #ekonomi #rakyat #sulawesi tengah #Jawa Timur