RADARTUBAN — Gelombang besar guru agama “tarung” dalam ajang ujian profesionalisme paling bergengsi tahun ini.
Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia pada 18–20 Oktober 2025 resmi mencetak rekor baru: 102.569 peserta—angka terbesar dalam sejarah penyelenggaraan UKMPPG.
Mayoritas peserta berasal dari kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dari total 206.411 peserta PPG Daljab Kemenag tahun ini, mereka dibagi menjadi tiga angkatan, dengan guru PAI selalu menjadi kontingen terbesar.
Dari angkatan ketiga, 102.615 peserta dinyatakan eligible, dan hampir seluruhnya sudah daftar ulang.
“Guru PAI adalah garda terdepan dalam pendidikan karakter bangsa. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian utama, sejalan dengan peningkatan kompetensi melalui PPG,” tegas Menteri Agama, Nasaruddin Umar dikutip dari laman resmi kemenag.go.id.
Menag menegaskan, program PPG untuk guru PAI tidak akan dihentikan meski ada tekanan efisiensi anggaran.
Sebab, PPG adalah instrumen strategis untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus kesejahteraan guru.
Mereka yang lulus berhak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebagai bentuk pengakuan negara.
“Negara harus hadir bukan hanya dalam menilai kemampuan guru, tetapi juga menjamin kesejahteraan mereka agar dapat mengajar dengan penuh dedikasi dan ketenangan batin,” ujarnya.
Ujian Terbesar Sepanjang Sejarah Guru Agama
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno menyebut PPG adalah jalur afirmasi bagi guru agama untuk “naik kelas”.
Melalui UKMPPG, pemerintah memastikan guru agama tidak tertinggal dalam sertifikasi profesi.
“PPG adalah jalur afirmasi bagi guru agama untuk naik kelas, baik dalam kompetensi maupun kesejahteraan. Melalui UKMPPG, kita memastikan bahwa guru agama tidak tertinggal dalam memperoleh sertifikasi profesi,” tegasnya.
Ujian ini melibatkan 16 LPTK dan 15 Tempat Uji Kompetensi (TUK). Koordinator nasionalnya adalah UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Empat LPTK baru juga ikut ambil bagian: UIN Antasari Banjarmasin, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, UIN Salatiga, dan UIN SATU Tulungagung.
Ujian Pengetahuan (UP) dibagi menjadi lima sesi. Langkah ini diambil karena keterbatasan 2.351 pengawas yang didukung 30 penyelia.
Ketua Panitia Nasional UKMPPG Subanji menegaskan proses finalisasi soal dan sistem dilakukan superketat.
Taruhan Besar: Sertifikasi dan Tunjangan
Setelah UP selesai, Uji Kinerja (UKIN) dijadwalkan mulai 23 Oktober, sedangkan rapat kelulusan akan digelar 13–15 November 2025.
Hasil akhir UKMPPG akan menentukan siapa saja yang berhak memperoleh Nomor Registrasi Guru (NRG) dan TPG tahun berikutnya.
Kemenag berharap UKMPPG 2025 berjalan lancar, adil, dan bermartabat. Program ini bukan sekadar evaluasi kompetensi, tapi juga pengungkit profesionalisme dan integritas guru agama.
“UKMPPG harus menjadi momentum bagi guru PAI dan guru Kemenag lainnya untuk memperkuat kompetensi, dedikasi, dan integritas dalam membimbing peserta didik dengan nilai-nilai agama yang moderat dan berkarakter,” kata Munir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni