RADARTUBAN – Isu bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga menyebabkan sejumlah kendaraan bermotor mengalami brebet di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian serius pemerintah.
Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) melakukan inspeksi lapangan dan pengujian langsung di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gresik dan Surabaya.
Baca Juga: Jumlah Pelapor Pertalite Bercampur Air di Tuban Tembus 70 Orang, SPBU Sleko Masih Dipadati Warga
Hasil Pengujian: BBM Masih Sesuai Standar Mutu
Dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (30/10), Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan bahwa hasil uji sampel BBM menunjukkan tidak ada penyimpangan kualitas.
“Kami meninjau langsung SPBU di Gresik dan Surabaya untuk memastikan langkah mitigasi risiko yang dilakukan Pertamina, termasuk mekanisme keluhan konsumen yang kini tersedia di SPBU,” ujarnya.
Hasil pengujian meliputi analisis kandungan air dan uji visual terhadap Pertalite yang beredar.
Dari semua sampel yang diambil, tidak ditemukan adanya kandungan air, dan seluruhnya memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan pemerintah.
“Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar. Prosedur ini juga rutin dilakukan di setiap SPBU sebelum operasional,” tambah Laode.
Pertamina Pastikan Tindak Lanjut dan Buka Posko Layanan Konsumen
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa pihaknya menanggapi serius laporan masyarakat dan segera melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.
Pertamina juga telah mendirikan posko layanan konsumen di sejumlah wilayah terdampak serta membuka kanal pelaporan resmi melalui SPBU tempat pengisian terakhir maupun Pertamina Contact Center 135.
“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan di luar wilayah posko, bisa menghubungi kontak resmi kami,” jelas Ega.
Pengujian di Terminal BBM Tuban dan Surabaya
Tak hanya di SPBU, pengujian laboratorium terhadap produk Pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya juga telah dilakukan.
Hasilnya menunjukkan bahwa produk masih sesuai dengan standar kualitas yang berlaku, menandakan bahwa kemungkinan gangguan tidak berasal dari pasokan utama.
“Kami akan terus menelusuri hingga ke tingkat SPBU untuk memastikan tidak ada masalah dalam proses distribusi,” tegas Ega.
Pertamina Sampaikan Permintaan Maaf
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami masyarakat.
“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh konsumen yang mengalami ketidaknyamanan akibat peristiwa ini,” ujar Ega menutup pernyataannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni