RADARTUBAN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pemberitaan media internasional The Guardian yang menyebut pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berisiko menjadi “kota hantu” (ghost city) di masa depan.
Dalam laporan berjudul “Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a ‘ghost city’”, media asal Inggris itu menyoroti adanya penurunan anggaran pembangunan IKN, dari sekitar Rp 43,8 triliun menjadi Rp 15,3 triliun.
Purbaya: Masa Depan IKN Bergantung pada Kebijakan Pemerintah
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menilai keberlanjutan proyek IKN akan sangat bergantung pada arah kebijakan pemerintah ke depan.
Baca Juga: Kebakaran Hunian Pekerja Konstruksi IKN di Tower 14 HPK 1 Sebabkan 700 Pekerja Harus Dipindahkan
Namun demikian, ia optimistis proyek pemindahan ibu kota itu tidak akan berakhir sebagai kota mati seperti yang dispekulasikan pihak asing.
“Saya belum bisa memastikan sepenuhnya, tetapi saya yakin IKN tidak akan menjadi kota hantu,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPD, Senayan, Jakarta.
Yakin Ekonomi Kuat, IKN Akan Tumbuh
Menurut Purbaya, kekhawatiran soal masa depan IKN tidak perlu dibesar-besarkan.
Ia menegaskan, selama pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, pembangunan IKN akan terus berjalan stabil.
“Kalau ekonomi tumbuh baik, maka tidak ada masalah dengan pendanaan. Pemerintah punya cukup dana untuk mendukung proyek ini,” ujarnya.
Purbaya juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan luar negeri yang kerap bersifat spekulatif.
Ia menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan pembiayaan sesuai kebutuhan dan tahapan proyek.
Dorong Keterlibatan Sektor Swasta
Terkait pembiayaan, Purbaya mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah lebih fokus pada keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur dan perumahan di kawasan IKN.
“Proyek-proyek swasta seharusnya sudah mulai berjalan. Jika nanti diperlukan, pemerintah akan mempertimbangkan tambahan anggaran di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi beban fiskal negara.
Pembangunan IKN Tetap Sesuai Arahan Presiden
Menkeu Purbaya juga mengakui bahwa pembangunan IKN tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu panjang.
Namun ia memastikan seluruh tahapan tetap mengikuti arah kebijakan yang telah ditetapkan Presiden.
“Pembangunan memang tidak bisa secepat yang diharapkan, tapi semua proses berjalan sesuai arahan Presiden,” tuturnya menegaskan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni