Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ini Cara Jatim Agar Efisiensi Tanpa Korban: Jadi Jalan Tengah Antara Produktivitas dan Kesejahteraan

Bihan Mokodompit • Sabtu, 8 November 2025 | 18:10 WIB
Ilustrasi produktivitas dan kesejahteraan
Ilustrasi produktivitas dan kesejahteraan

RADARTUBAN - Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) kini menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan efisiensi kerja tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan.

Melalui ajang Kompetisi 5R/5S Antar Perusahaan di Jawa Timur Tahun 2025, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) menegaskan bahwa budaya kerja produktif dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup pekerja.

Penerapan 5R Bukan Sekadar Kerapian

Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, menjelaskan bahwa esensi 5R bukan sekadar penataan tempat kerja secara visual, tetapi membangun kebiasaan dan nilai produktivitas di seluruh lini perusahaan.

“Pada dasarnya implementasi 5R bukan sekadar pengaturan lingkungan kerja yang kasat mata, tetapi lebih merupakan proses membangun budaya kerja yang unggul. Penerapannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, menghendaki keterlibatan seluruh karyawan, dan meliputi seluruh area perusahaan,” ujarnya.

Sigit menekankan bahwa penerapan budaya 5R berperan penting dalam menjaga mutu dan keselamatan kerja, dua hal yang selama ini sering dianggap bertolak belakang dengan produktivitas.

Melalui pendekatan 5R, perusahaan diharapkan mampu menumbuhkan disiplin, keteraturan, serta komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.

Dari Efisiensi Menuju Kesejahteraan

Lebih lanjut, Sigit menyebut bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2002 tentang Gerakan Produktivitas Jawa Timur.

Menurutnya, peningkatan produktivitas bukan hanya soal mengejar target, melainkan juga menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Ia menambahkan, “Hakekat pencapaian perusahaan dalam kompetisi ini bukan sekadar meraih trofi, medali, maupun sertifikat penghargaan. Lebih dari semua itu, merupakan indikasi atas keberhasilan perusahaan yang telah menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, keteraturan tempat kerja, dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian integral dari budaya kerja.”

Dengan prinsip 5R, perusahaan di Jawa Timur diarahkan untuk membangun sistem kerja yang tidak hanya efisien, tapi juga manusiawi.

Tujuannya jelas, produktivitas meningkat, keselamatan kerja terjaga, dan kesejahteraan karyawan ikut tumbuh.

Perusahaan Jadi Teladan Produktivitas

Dalam kompetisi tahun ini, terdapat 50 perusahaan peserta yang mengikuti penilaian, terdiri dari 34 perusahaan besar dan 16 perusahaan menengah-kecil.

Hasil pleno juri menetapkan PT Amerta Indah Otsuka Pasuruan sebagai Juara Umum Kelompok Perusahaan Besar, dan PT Depo Internasional Pahala Otomotif Madiun sebagai Juara Umum Kelompok Perusahaan Menengah/Kecil.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Aleixo Da Silva, menuturkan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari seleksi administrasi hingga penilaian lapangan (genba).

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk berbagi praktik terbaik penerapan 5R di tempat kerja.

Melalui program ini, Disnakertrans Jatim berharap budaya 5R semakin melekat di dunia industri dan menjadi jalan tengah antara efisiensi dan kesejahteraan pekerja.

Karena pada akhirnya, produktivitas sejati bukan tentang bekerja lebih keras, tapi tentang bekerja lebih cerdas dan lebih manusiawi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Kompetisi 5R #5R #produktivitas #disnakertrans jatim #kesejahteraan #efisiensi