Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kutukan Firaun Terpecahkan: Jamur Mematikan di Makam Tutankhamun Kini Jadi Kunci Obat Leukemia

Ika Nur Jannah • Minggu, 9 November 2025 | 19:00 WIB

 

Iluatrasi Mumi.
Iluatrasi Mumi.

RADARTUBAN - Kutukan Firaun, khususnya yang berkaitan dengan Makam Raja Tutankhamun, telah lama menjadi misteri yang menarik perhatian dunia.

Banyak yang percaya bahwa siapa saja yang mengganggu makam para Firaun akan mengalami kematian atau malapetaka.

Kali ini dikaji ulang dengan penemuan ilmiah terbaru yang menghubungkan kematian misterius tersebut dengan jamur beracun, sekaligus membawa harapan baru dalam pengobatan kanker.

Kutukan Fir'aun mulai terkenal setelah penemuan makam Raja Tutankhamun pada 26 November 1922 oleh arkeolog Inggris, Howard Carter, didukung oleh Lord Carnarvon.

Dalam beberapa tahun setelah pembukaan makam tersebut, setidaknya 20 orang yang terlibat dalam ekspedisi meninggal dunia secara misterius.

Muncul klaim bahwa kutukan itulah yang menjadi penyebab kematian mereka, yang terkenal sebagai "kutukan Firaun" atau "kutukan mumi".

Kematian pertama yang memicu pemberitaan kutukan ini adalah Lord Carnarvon yang meninggal setelah kemacetan serangga di makam tersebut.

Beberapa anggota tim lainnya juga mengalami kematian atau gangguan kesehatan berat yang tidak dapat dijelaskan secara medis pada waktu itu, menambah misteri dan ketakutan terhadap makam tersebut.

Namun penelitian lebih lanjut mengungkap sebuah penjelasan ilmiah yang masuk akal untuk fenomena tersebut.

Para ilmuwan menemukan bahwa di dalam makam jamur Aspergillus flavus, yang menghasilkan spora mengandung racun.

Jamur ini dapat berkembang dalam kondisi gelap dan lembap di makam yang tersegel selama ribuan tahun, dan jika terjadi gangguan, dapat mengeluarkan spora yang memicu infeksi paru-paru mematikan, terutama bagi orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

Menariknya, jamur yang dulunya dikaitkan dengan “kutukan” dan kematian ini kini menjadi fokus studi ilmiah untuk pengembangan obat.

Molekul-molekul yang dihasilkan jamur Aspergillus flavus kini dimanfaatkan sebagai terapi potensial untuk penyakit kanker darah leukemia.

Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Chemical Biology menunjukkan bahwa senyawa dari jamur tersebut memiliki sifat anti-leukemia yang kuat, membuka peluang baru di bidang medis.

Fenomena ini menarik karena mengubah perspektif mistis menjadi penemuan ilmiah yang bermanfaat.

Kutukan Firaun yang selama ini dianggap sebagai kutukan supranatural, sebenarnya diperlukan pada risiko kesehatan yang akibat paparan nyata jamur berbahaya di makam kuno tersebut.

Ilmuwan terus mengeksplorasi manfaat molekul jamur itu sebagai pengobatan modern yang menjanjikan.

Dengan demikian, misteri kematian yang menyatukan penemuan makam Fir'aun Tutankhamun tidak hanya menjadi kisah legenda, tetapi juga kisah ilmiah tentang bahaya dan manfaat jamur purba yang tersembunyi dalam sejarah Mesir Kuno. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#leukimia #kutukan #firaun #jamur beracun