RADARTUBAN- Setelah resmi dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (10/11), Arif Satria angkat bicara soal posisinya di IPB University.
Sebelum menerima amanah baru ini, Arif telah menjabat sebagai Rektor IPB University sejak tahun 2017.
Perjalanan panjangnya di dunia akademik kini memasuki babak baru, membawa tanggung jawab yang lebih luas di ranah riset dan inovasi nasional.
Arif Satria menjalani dua periode kepemimpinan sebagai Rektor IPB University, yang akan berlangsung hingga tahun 2028.
Namun di tengah masa jabatannya sebagai Rektor, Arif Satria resmi dilantik sebagai Kepala BRIN.
Dalam wawancara dengan awak media, dia menyampaikan niatnya untuk mundur dari posisi rektor demi menjalankan amanah baru.
Meski saat pelantikan masih berstatus sebagai Rektor IPB University, Arif menegaskan bahwa dirinya akan segera mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Di sisi lain, pihak IPB University belum memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran diri Arif Satria maupun langkah-langkah yang akan diambil kampus ke depan.
Meski begitu, sejumlah civitas akademika IPB telah menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Arif sebagai Kepala BRIN.
Unggahan-unggahan tersebut mencerminkan rasa bangga sekaligus dukungan terhadap perjalanan baru yang kini ia tempuh di tingkat nasional.
Pelantikan Arif Satria sebagai Kepala BRIN dan Amarulla Octavian sebagai Wakil Kepala BRIN didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123P Tahun 2025.
Keppres tersebut mengatur secara resmi tentang pemberhentian dan pengangkatan pimpinan BRIN, sebagai bagian dari penataan kelembagaan riset nasional.
Di momen yang sama, Amarulla Octavian kembali menerima amanah sebagai Wakil Kepala BRIN.
Sebelumnya, dia telah dilantik dalam jabatan yang sama oleh Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, pada 3 Agustus 2025.
Pelantikan ulang ini menegaskan kepercayaan berkelanjutan terhadap peran Amarulla dalam mendampingi kepemimpinan BRIN di tengah dinamika riset nasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama