RADARTUBAN - Curah hujan di Indonesia menunjukkan variasi yang cukup besar antarwilayah.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari stasiun milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan sangat tinggi terdapat di beberapa daerah, sementara sebagian lainnya relatif kering atau yang berarti curah hujan rendah.
BMKG menjelaskan bahwasanya curah hujan adalah jumlah air yang turun di suatu kawasan dalam jangka waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam satuan milimeter (mm), satu milimeter curah hujan berarti ada satu liter air yang jatuh di atas permukaan seluas satu meter persegi.
Informasi mengenai curah hujan memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti pertanian, hidrologi, dan klimatologi.
Daerah dengan curah hujan tertinggi yaitu jatuh kepada Papua, tercatat sebagai wilayah dengan, yakni mencapai 6.611 mm per tahun, data ini berasal dari Stasiun Meteorologi Mozez Kilangin di Kabupaten Mimika, Papua.
Tingginya curah hujan di kawasan tersebut dipengaruhi oleh kondisi topografi yang berupa pegunungan.
Selain itu, Papua yang letaknya berdekatan dengan samudera membuat wilayah ini menerima pasokan hujan yang besar dari angin laut, masih di kawasan Papua.
Provinsi Papua Barat juga memiliki curah hujan tinggi, yaitu 4.542 mm per tahun, berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Domine Eduard Osok di Kota Sorong.
Sumatera Barat menjadi wilayah lain dengan curah hujan tinggi, Stasiun Meteorologi Minangkabau dan Stasiun Klimatologi Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman masing-masing mencatat curah hujan sebesar 5.746 mm per tahun dan 5.509 mm per tahun.
Sementara itu, Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur di Kota Padang melaporkan angka 4.754 mm per tahun, sama halnya dengan Papua, posisi Sumatera Barat yang berada di pesisir dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat wilayah ini menerima banyak uap air dari laut.
Selanjutnya Sulawesi Selatan juga termasuk daerah dengan curah hujan tinggi, Stasiun Meteorologi Andi Jemma di Kabupaten Luwu Utara mencatat per tahun curah hujan sebesar 5.477 mm. Selain itu, beberapa wilayah lain seperti Kalimantan dan Jawa juga memiliki intensitas hujan yang cukup besar.
BMKG menjelaskan bahwa curah hujan suatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada.
Faktor utama yang menjadikan suatu daerah mempunyai curah hujan tinggi yaitu letak geografis dan kondisi topografi, wilayah yang berada dekat dengan garis ekuator cenderung memiliki curah hujan lebih tinggi.
Daerah pegunungan biasanya menerima hujan orografis dalam jumlah lebih banyak.
Selain itu, angin dan suhu juga berperan dalam menentukan curah hujan, kawasan pesisir umumnya memiliki curah hujan tinggi karena angin laut membawa uap air yang kemudian menjadi hujan.
Kemudian daerah dengan suhu tinggi juga berpotensi memiliki curah hujan besar karena suhu yang tinggi mempercepat proses penguapan, sehingga meningkatkan peluang hujan untuk terjadinya.
Berikut ini adalah data lengkapnya :
• Papua, Kabupaten Mimika – Stasiun Meteorologi Mozez Kilangin mencatat curah hujan tahunan mencapai 6.611 mm, menjadikannya wilayah dengan intensitas hujan paling tinggi.
• Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman – Stasiun Meteorologi Minangkabau melaporkan curah hujan sebesar 5.746 mm per tahun, sementara Stasiun Klimatologi Sumatera Barat di lokasi yang sama mencatat 5.509 mm per tahun.
• Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu Utara – Stasiun Meteorologi Andi Jemma mencatat curah hujan tahunan sebesar 5.477 mm.
• Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu – Stasiun Meteorologi Pangsuma melaporkan curah hujan sebesar 4.983 mm per tahun.
• Papua, Kabupaten Boven Digoel – Stasiun Meteorologi Tanah Merah mencatat curah hujan sebesar 4.819 mm per tahun.
• Jawa Barat, Kota Bogor – Stasiun Klimatologi Jawa Barat melaporkan curah hujan tahunan sebesar 4.812 mm.
• Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah – Stasiun Meteorologi FL Tobing mencatat curah hujan sebesar 4.760 mm per tahun.
• Sumatera Barat, Kota Padang – Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur melaporkan curah hujan sebesar 4.754 mm per tahun.
• Papua Barat, Kota Sorong – Stasiun Meteorologi Domine Eduard Osok mencatat curah hujan tahunan sebesar 4.542 mm. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni