RADARTUBAN - Gempa berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang barat laut Sinabang, Aceh, Kamis (27/11) pukul 11.56 WIB.
Data resmi BMKG mencatat episentrum berada di 2,67 Lintang Utara dan 95,84 Bujur Timur, atau 62 kilometer barat laut Sinabang, dengan kedalaman hanya 10 kilometer—parameter yang langsung menandai gempa dangkal, jenis yang kerap menghasilkan hentakan tajam dalam waktu singkat.
Sebaran data dari inatews.bmkg.go.id memastikan gempa ini terekam jelas sebagai aktivitas tektonik.
Kedalaman 10 kilometer memperkuat indikasi pelepasan energi yang terjadi dekat permukaan, cukup untuk membuat guncangan terasa kuat di daerah pesisir.
Di wilayah yang punya jejak panjang kegempaan seperti Aceh, setiap getaran besar segera memantik kewaspadaan.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Belum ada laporan kerusakan maupun peringatan tsunami dari BMKG hingga berita ini disusun.
Namun magnitudo 6,3 biasanya cukup untuk memicu reaksi instingtif warga: pintu dibuka tergesa, suara teriakan saling bersahutan, dan orang-orang berhamburan keluar rumah.
Di beberapa titik pesisir, protokol siaga biasanya langsung diaktifkan meski belum ada instruksi evakuasi.
Gempa ini kembali menegaskan bahwa jalur tektonik barat Sumatera tetap aktif.
Zona subduksi di perairan sekitar Aceh terus bekerja, sesekali melepas energi dalam skala besar seperti hari ini.
Bagi publik, laporan BMKG menjadi pegangan utama di tengah ketidakpastian, sementara harapan hanya satu: tidak ada guncangan susulan yang lebih kuat.
Informasi ini bersumber langsung dari akun resmi BMKG, memastikan seluruh data yang digunakan akurat dan valid.
Hingga laporan lanjutan diterbitkan, satu hal yang jelas: bumi di sekitar Aceh baru saja kembali mengingatkan bahwa kewaspadaan adalah kebutuhan, bukan pilihan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni