RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memulihkan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tenggara.
Perbaikan sekolah dan sarana desa menjadi prioritas demi memastikan aktivitas warga kembali berjalan dan anak-anak dapat melanjutkan pendidikan dengan aman.
Janji Pemulihan Cepat untuk Pendidikan Warga
Dalam kunjungannya ke Kutacane, Kecamatan Babussalam, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak.
Ia juga memastikan fasilitas belajar seperti layar interaktif akan segera tersedia agar proses belajar-mengajar kembali optimal.
Duka Mendalam di Kutacane
Banjir bandang yang melanda Babussalam, Lawe Sumur, dan Darul Hasanah meninggalkan kerusakan parah.
Data BPBD mencatat 10 korban meninggal dunia, membuat duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang masih berupaya bangkit dari keterpurukan.
Sebanyak 379 keluarga atau lebih dari seribu jiwa kini harus menghadapi kondisi sulit.
Rumah rusak, akses jalan terputus, dan jembatan yang hancur membuat kehidupan warga semakin berat.
Meski demikian, harapan untuk bangkit tetap hidup di hati mereka.
Efisiensi Anggaran untuk Bantuan yang Lebih Tepat Sasaran
Prabowo juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran di tingkat pusat.
Menurutnya, penghematan bukan sekadar angka, tetapi strategi agar lebih banyak bantuan dapat dialirkan langsung kepada warga di wilayah terdampak bencana.
Ia berharap setiap keluarga yang tengah berjuang bisa merasakan dukungan nyata dari pemerintah tanpa hambatan birokrasi.
Bentuk Kepedulian Negara kepada Para Korban
Di tengah suasana duka, Presiden menyampaikan belasungkawa kepada warga Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang turut terdampak bencana hidrometeorologi.
Kehadirannya menjadi simbol bahwa penderitaan masyarakat adalah perhatian seluruh bangsa.
“Syukur, cuaca membaik. Keadaan berangsur pulih. Mari terus berdoa untuk Aceh,” ujarnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni