RADARTUBAN – Polemik rumah tangga Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi terus menghangat.
Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Inara Rusli kini memasuki fase baru, setelah Wardatina menjalani pemeriksaan atas laporan perzinaan yang ia ajukan.
Mawa akhirnya buka suara. Dia menegaskan bahwa bukan hanya Inara Rusli yang menjadi korban kebohongan Insanul Fahmi, tetapi dirinya juga.
“Jujur saya juga merasa tertipu, tapi ya gimana, itu bukan ranah saya. Yang penting tugas saya hanya meminta keadilan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa luka batin yang ia terima dari Insanul sangat sulit ditoleransi.
Dia bahkan menyatakan telah menutup pintu damai untuk suaminya.
Ia menegaskan sudah mantap menggugat cerai Insanul Fahmi, namun akan mengajukannya setelah proses hukum terkait dugaan perzinaan selesai.
“Iya, saya akan gugat cerai. Tapi setelah proses hukum ini berjalan dengan baik ya. Mohon doanya,” kata Wardatina.
Sebagai korban, Wardatina mengaku sempat meminta maaf kepada Inara Rusli pada Oktober lalu.
Saat itu, dia merasa telah berprasangka buruk karena terlalu percaya pada ucapan manis Insanul.
“Di bulan Oktober saya sudah minta maaf ke Inara, sebelum saya tahu bukti-bukti yang ada. Karena saya sudah suudzon. Dia (suami) selalu bilang, ‘Kalau abang jahat, abang bakalan selingkuh, abang bakalan berzina.’ Ternyata kuasa Allah memberikan bukti itu kepada saya,” kenangnya.
Kini, bukti-bukti yang ia miliki telah diserahkan kepada pihak penyidik.
Wania bercadar tersebut juga menegaskan bahwa ia juga menuntut permintaan maaf dari Inara Rusli, sesuai dengan perkembangan kasus yang berjalan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni