Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menjelang Nataru, Mendag Tegaskan Stok Pangan Aman Meski Cuaca Buruk Mengancam

M Robit Bilhaq • Rabu, 10 Desember 2025 | 13:00 WIB

ilustrasi pasar bahan pokok
ilustrasi pasar bahan pokok

RADARTUBAN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah memastikan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, yang menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan lagi pada kecukupan produksi, melainkan memastikan kelancaran distribusi pangan ke seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah yang tengah menghadapi cuaca ekstrem dan bencana alam.

Menurut Budi, sejumlah komoditas pangan utama berada pada kondisi surplus, termasuk bawang merah.

Meski begitu, harga rata-rata nasional bawang merah saat ini tercatat masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP).

“Saat ini rata-rata nasional harga bawang merah berada di angka Rp47.600 per kilogram, sementara HAP-nya ditetapkan Rp41.500 per kilogram. Sebenarnya bawang merah ini surplus, hanya saja harga nasional dipengaruhi disparitas harga antarwilayah,” jelas Budi saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/12).

Baca Juga: Negara ASEAN Setujui ATIGA Upgrade, Langkah Strategis untuk Perkuat Integrasi Ekonomi dan Perdagangan Ramah Lingkungan

Ia juga menyinggung bahwa beberapa wilayah timur, khususnya Papua, mencatat harga bawang merah yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah Jawa dan Sumatra.

Kondisi tersebut membuat harga rata-rata nasional tampak lebih mahal. Padahal menurut asosiasi, produksi bawang merah justru diperkirakan meningkat selama Desember 2025.

Selain bawang merah, pemerintah juga memantau perkembangan harga cabai. Budi memastikan tidak ada penurunan produksi cabai secara nasional.

Baca Juga: Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Nataru Jadi Atensi DPRD, Komisi III Minta Pemkab Segera Melakukan Pengendalian Harga

Kendala yang terjadi adalah hambatan saat panen akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

“Untuk cabai, persoalannya bukan kurang produksi. Hanya saja hujan membuat petani tidak bisa panen setiap hari. Itu yang menyebabkan distribusi sempat tersendat,” tambahnya.

Memasuki masa libur akhir tahun yang biasanya memicu lonjakan permintaan, Budi optimis pasokan aman.

Ia menegaskan bahwa yang perlu dijaga adalah kelancaran barang dari daerah produsen menuju konsumen.

“Pasokan untuk Nataru sudah aman. Yang harus diperhatikan adalah jangan sampai distribusinya terganggu, terutama karena faktor cuaca yang sulit diprediksi,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan dan berbagai pihak terkait juga memastikan bahwa jalur distribusi masih dalam kondisi terkendali.

Hingga saat ini, belum ada komoditas pangan yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga signifikan menjelang libur Desember, termasuk daging yang kerap menjadi perhatian masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan pangan untuk menghadapi cuaca buruk dan tingginya kebutuhan menjelang akhir tahun.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau situasi dan memastikan suplai ke seluruh wilayah tetap lancar meski kondisi cuaca tidak menentu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#HAP #harga acuan penjualan #nataru #Mendag #budi santoso #stok pangan nasional #Cuaca Ekstrem #natal dan tahun baru #menteri perdagangan