Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

AHY: Anggaran Rehabilitasi Banjir Sumatera Diperkirakan Capai Rp 51 Triliun

Siti Rohmah • Sabtu, 13 Desember 2025 | 02:10 WIB
Kondisi pascabencana di Nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar.
Kondisi pascabencana di Nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar.

RADARTUBAN - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak banjir di Sumatera diperkirakan mencapai Rp 51 triliun.

“Secara umum perhitungannya kurang lebih membutuhkan Rp 51 triliun. Angka ini masih terus diperbarui karena bisa saja ada penambahan sesuai kondisi lapangan,” ujar AHY usai rapat koordinasi penanganan pascabencana banjir Sumatera di Jakarta, Kamis (11/12).

Dia menjelaskan bahwa estimasi tersebut merupakan hasil pemetaan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU).

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, kata AHY, telah melaporkan proyeksi kebutuhan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Tiga Provinsi Jadi Fokus Pemulihan

Menurut AHY, dana pemulihan difokuskan pada tiga provinsi yang mengalami dampak banjir paling parah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Aceh membutuhkan alokasi terbesar, yakni sekitar Rp 24 triliun, sedangkan sisanya sekitar Rp 13 triliun diarahkan untuk pemulihan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Prioritas pemulihan mencakup perbaikan konektivitas seperti jalan dan jembatan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, peningkatan akses air bersih menjadi perhatian utama.

“Kami mendengar langsung keluhan masyarakat. Dukungan terhadap penyediaan air bersih, sanitasi, dan fasilitas seperti toilet portable sangat dibutuhkan, terutama untuk ibu dan anak-anak,” kata AHY.

112 Ribu Rumah Rusak, Aceh Catat Jumlah Tertinggi

AHY juga melaporkan bahwa sekitar 112 ribu rumah di tiga wilayah mengalami kerusakan, dengan kategori rusak ringan, rusak berat, hingga hanyut.

Data dari Kementerian Perumahan dan Permukiman menunjukkan Aceh menjadi wilayah dengan kerusakan terbesar, yakni 74 ribu unit, termasuk jumlah rumah rusak berat dan hanyut terbanyak.

Menteri Perumahan, Maruarar Sirait, saat ini tengah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan dan pembangunan rumah yang terdampak, termasuk rencana relokasi ke kawasan yang lebih aman.

Maruarar mengatakan estimasi biaya belum dapat dipastikan karena penghitungan masih menunggu data detail tingkat kerusakan.

Dia juga menyoroti bahwa biaya bahan bangunan, terutama semen, kemungkinan meningkat akibat kendala distribusi di daerah terdampak.

Meski demikian, menurut Maruarar, pendanaan pemulihan permukiman akan mendapat dukungan pihak swasta.

“Yayasan Buddha Tzu Chi telah menyatakan kesiapan membantu pembangunan 2.000 rumah,” ujarnya.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#rehabilitasi #banjir #sumatera #AHY #anggaran #prabowo subianto