Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ranjau Paku Ditemukan di Taman Nasional Tesso Nilo, Diduga Upaya Sabotase Ancam Petugas dan Gajah Sumatera

M Robit Bilhaq • Rabu, 17 Desember 2025 | 15:21 WIB
Petugas yang menemuan ranjau paku di tesso nilo
Petugas yang menemuan ranjau paku di tesso nilo

RADARTUBAN – Petugas pengelola Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang berada di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, kembali dibuat waspada setelah menemukan benda berbahaya berupa ranjau paku yang ditebar secara sengaja di kawasan hutan konservasi.

Temuan ini sontak memicu kekhawatiran serius karena dinilai mengancam keselamatan petugas patroli sekaligus satwa liar yang dilindungi.

Ranjau paku tersebut ditemukan di jalur-jalur strategis kawasan taman nasional.

Tepatnya di rute yang kerap dilintasi kendaraan operasional petugas serta menjadi lintasan kawanan gajah Sumatera.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pemasangan ranjau dilakukan secara terencana oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Diduga Disengaja untuk Melukai Satwa dan Petugas

Pihak pengelola Taman Nasional Tesso Nilo menegaskan bahwa temuan ranjau paku kali ini bukan kejadian pertama.

Sebelumnya, petugas juga pernah menemukan benda serupa di beberapa titik patroli.

Hal tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa tindakan ini merupakan bentuk sabotase yang disengaja, dengan tujuan menghalangi aktivitas pengamanan kawasan hutan.

Salah satu anggota tim lapangan menyampaikan melalui unggahan media sosial bahwa paku-paku yang disebar di jalur patroli merupakan ancaman nyata bagi keselamatan petugas dan satwa.

Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya pemulihan lingkungan yang tengah dilakukan oleh aparat konservasi.

“Ini bukan sekadar vandalisme biasa. Ini membahayakan nyawa,” tulis petugas tersebut dalam unggahannya.

Ancaman Serius bagi Gajah Sumatera

Keberadaan ranjau paku di kawasan konservasi dinilai sangat berbahaya, terutama bagi gajah Sumatera yang sering melintasi jalur tersebut.

Luka pada kaki gajah dapat berakibat fatal dan mengganggu kelangsungan hidup satwa dilindungi tersebut.

Selain itu, ranjau paku juga berpotensi melukai petugas patroli yang berjalan kaki serta merusak ban kendaraan operasional.

Kerusakan kendaraan tentu dapat menghambat mobilitas tim dalam menjaga kawasan hutan yang luas dan rawan gangguan.

Baca Juga: Drone Ungkap Perilaku Alamiah Gajah Afrika Tanpa Gangguan Manusia

Upaya Pemulihan Ekosistem Terus Diganggu

Selama ini, petugas Taman Nasional Tesso Nilo tengah fokus melakukan pengawasan ketat, penertiban aktivitas ilegal, serta pemulihan ekosistem yang sebelumnya rusak akibat penebangan liar.

Kerusakan hutan secara masif di kawasan tersebut disebut sebagai salah satu faktor pemicu bencana alam, termasuk banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025.

Meski memiliki misi mulia untuk melakukan reboisasi dan mengembalikan kondisi hutan agar kembali lestari, para petugas kerap menghadapi tekanan, ancaman fisik, hingga aksi sabotase dari pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan.

Harap Dukungan Masyarakat

Manajemen Taman Nasional Tesso Nilo mengakui bahwa menjaga kelestarian kawasan konservasi dari gangguan manusia bukanlah pekerjaan mudah. Tantangan di lapangan sangat besar dan penuh risiko.

Oleh karena itu, pihak pengelola berharap adanya dukungan dari masyarakat luas, baik dalam bentuk doa, dukungan moral, maupun kepedulian terhadap isu lingkungan.

Dukungan tersebut dinilai penting agar para petugas yang berjaga di garis depan konservasi tetap diberi kesehatan, keselamatan, dan ketangguhan dalam menjalankan tugas penyelamatan hutan dan satwa liar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gajah sumatera #taman nasional tesso nilo #ranjau #ranjau paku #satwa #hutan konservasi #tntn #Sabotase