RADARTUBAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal tetap disalurkan selama masa libur sekolah akhir tahun, termasuk libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan siswa bisa mengambil jatah MBG di sekolah jika diinginkan, meski tanpa paksaan.
Respons Guru dan Pakar Pendidikan
Guru dan pakar pendidikan menyoroti potensi pemborosan anggaran jika MBG berbentuk makanan kering diberikan saat 190 hari libur sekolah.
Pakar UGM Agus menilai mekanisme pengambilan di sekolah saat liburan tidak tepat karena menyita waktu anak dan orang tua, serta berisiko kebocoran dana.
Ia menekankan, hal ini justru menyimpang dari tujuan awal program untuk mendukung gizi saat proses belajar.
Orang tua khawatir harus mengantar anak ke sekolah hanya untuk ambil MBG, yang membebani biaya transportasi dan mengganggu rencana liburan keluarga.
Meski BGN tawarkan opsi pengantaran ke rumah atau makanan kering untuk empat hari pertama, kritik tetap bermunculan soal efisiensi.
BGN masih kaji skema distribusi, termasuk persetujuan orang tua sebagai syarat utama agar MBG libur sekolah lebih fleksibel.
Kapoksi Komisi IX DPR Ashabul Kahfi mendukung agar data penerima jelas dan SOP sederhana.
Program ini dinilai krusial untuk jaga gizi anak sepanjang tahun, tapi implementasi liburan harus rasional agar tak timbul distorsi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni