RADARTUBAN - IKN Nusantara ditetapkan sebagai laboratorium masa depan sekaligus cetak biru reindustrialisasi Indonesia menjelang 2028.
Proyek ini mengutamakan kota cerdas berbasis net-zero carbon dengan fungsi penuh sebagai ibu kota politik.
Langkah ini ditegaskan melalui komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2025
Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dirancang sebagai kota greenfield yang bebas dari masalah tata ruang kota lama.
Ilham Akbar Habibie, tokoh teknologi nasional, menegaskan IKN sebagai acuan utama pembangunan kota modern dengan proporsi ruang hijau 75 persen untuk melindungi ekosistem Kalimantan.
Fitur mobilitas cerdas berbasis transportasi umum dan pejalan kaki serta ekonomi sirkular pada pengelolaan udara dan sampah menjadi standar baru bagi kota-kota Indonesia.
IKN berfungsi sebagai panggung reindustrialisasi dan digitalisasi, merangsang inovasi di bidang sipil, TI, serta energi terbarukan.
Ketua PII menyatakan proyek ini menjadi laboratorium bagi pengembangan wilayah lain, dengan mengukuhkan muda sebagai aktor utama konstruksi terbesar di Asia Tenggara.
Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara, meluncurkan Otorita IKN, menjadi pedoman keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni