RADARTUBAN - Penggunaan layanan Mobile Banking (m-Banking) sebenarnya juga menyimpan potensi bahaya berupa pembobolan saldo hingga pengurasan tabungan apabila pemakainya kurang waspada.
Berbagai skema kejahatan di platform digital sering kali melibatkan pencurian identitas, penipuan online, hingga teknik phishing yang bertujuan mengambil alih akses keuangan.
Untuk mengantisipasi kerugian yang terjadi, para nasabah yang memanfaatkan fasilitas m-Banking sangat dianjurkan untuk mengikuti protokol keamanan yang disarankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Berikut adalah beberapa panduan proteksi keamanan perbankan digital yang dapat dilakukan
1. Menjaga Kerahasiaan Identitas Keamanan
Pastikan Anda tidak pernah membocorkan kode akses maupun nomor identitas pribadi (PIN) kepada pihak mana pun tanpa pengecualian.
Baca Juga: Hati-Hati Penipuan Online Saat Liburan Nataru, Ini 5 Tips Aman Bertransaksi Digital
2. Hindari Penyimpanan Kode Secara Sembarangan
Jangan sekali-kali menuliskan atau menyimpan nomor pribadi serta kode akses SMS banking di lokasi yang berisiko ditemukan atau dilihat oleh orang lain.
3. Ketelitian Sebelum Mengonfirmasi
Sangat penting untuk meninjau kembali setiap detail transaksi secara saksama sebelum Anda menekan tombol konfirmasi untuk memproses pengiriman dana.
4. Bersabar Menunggu Respon Sistem
Setelah menginput perintah transaksi, berikan jeda waktu sejenak hingga sistem memberikan jawaban atau laporan resmi terkait status transaksi Anda.
5. Verifikasi Notifikasi Masuk
Setiap aktivitas perbankan akan diikuti oleh pengiriman notifikasi melalui surat elektronik (email) atau SMS, apabila Anda menemukan aktivitas yang janggal, segera hubungi pihak bank untuk pelaporan.
6. Tindakan Cepat Saat PIN Terancam
Jika Anda memiliki kecurigaan bahwa kode PIN Anda telah diketahui oleh pihak luar, segera lakukan penggantian nomor PIN saat itu juga.
7. Prosedur Kehilangan Kartu SIM
Apabila kartu SIM ponsel Anda hilang, diambil orang, atau beralih kepemilikan, Anda wajib segera mendatangi kantor cabang perbankan terdekat atau menghubungi layanan pusat bantuan (call center) untuk melakukan pemblokiran.
8. Waspada Terhadap Perangkat Lunak Berbahaya
Bersikaplah skeptis terhadap berbagai tautan atau aplikasi di jagat maya yang berpotensi mengandung spam atau malware, karena program jahat tersebut dirancang untuk merampas data pribadi Anda.
9. Hindari Koneksi Internet Terbuka
Sangat tidak disarankan melakukan aktivitas perbankan menggunakan jaringan internet di fasilitas publik, seperti WiFi gratis atau komputer warnet, dikarenakan data sensitif Anda sangat rentan diretas oleh pengguna lain yang berada dalam satu jaringan.
10. Pastikan Keluar dari Sistem
Jangan pernah lupa untuk selalu menekan tombol logout atau keluar secara resmi setelah Anda menuntaskan seluruh keperluan di aplikasi perbankan.
11. Pembersihan Data Saat Berganti Perangkat
Jika Anda memutuskan untuk mengganti telepon seluler, pastikan seluruh data perbankan dan informasi pribadi telah dihapus secara permanen. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni