RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menembus angka 55 juta orang hingga 6 Januari 2026.
Menurut Prabowo, capaian tersebut setara dengan memberi makan seluruh penduduk Singapura hingga delapan kali setiap hari.
“55 juta penerima manfaat Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan 8 kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta, 55 juta mulut, saudara-saudara,” ujar Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 di Jakarta, dikutip Selasa (6/1).
Prabowo menilai capaian Indonesia dalam menjalankan program MBG sangat signifikan jika dibandingkan dengan negara lain.
Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat program serupa.
“Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun. Kita 55 juta dalam 1 tahun. Karena kita mulai 6 Januari 2024, hari ini 5 Januari 2025,” tegas Prabowo.
Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis menutup tahun 2025 dengan hasil yang dinilai sangat positif.
Program ini diawali dengan hanya 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kemudian berkembang pesat hingga mencapai 19.188 SPPG di seluruh Indonesia pada akhir 2025.
Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk pelaksanaan MBG pada tahun 2026.
Mulai 8 Januari 2026, sebanyak 19.188 SPPG dijadwalkan beroperasi secara serentak dan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Pada tahap awal pelaksanaan 2025, MBG mulai dijalankan pada 6 Januari dengan dukungan 190 SPPG dan menjangkau sekitar 570 ribu penerima manfaat.
Fase ini difokuskan pada penguatan sistem, kesiapan operasional, serta penyempurnaan tata kelola layanan gizi agar program berjalan secara terukur dan akuntabel.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut capaian sepanjang 2025 sebagai tonggak penting dalam pembangunan sistem pemenuhan gizi nasional yang berkelanjutan.
“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis (1/1).
Ia menegaskan, kesiapan tersebut memungkinkan MBG memasuki tahun 2026 dengan cakupan penerima manfaat yang besar sejak hari pertama.
Selain fokus pada intervensi gizi, MBG juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan SPPG serta memperkuat edukasi gizi kepada masyarakat.
“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat.
Pada tahun 2026, MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan edukasi gizi agar masyarakat semakin memahami pentingnya memilih makanan sehat dan bergizi,” pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni