RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto meresmikan beroperasinya 166 Sekolah Rakyat rintisan saat kunjungan kerjanya ke Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni, tapi juga menjadi kesempatan bagi Presiden untuk melihat langsung bagaimana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dan dirasakan oleh para siswa.
Sekolah Rakyat lahir dari inisiatif strategis Presiden untuk membuka pintu pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mereka yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan formal.
Dalam kegiatan yang dipantau media, Presiden Prabowo tampak memasuki aula besar dan menyapa langsung ribuan siswa. Suasana penuh semangat itu semakin hangat ketika para siswa tengah menikmati sajian Makan Bergizi Gratis.
Presiden Prabowo berkeliling meja makan, memastikan setiap anak mendapat asupan bergizi yang layak. Sambil tersenyum, ia berbincang santai dengan para siswa, menciptakan suasana akrab di tengah kegiatan.
Setelah peninjauan, Presiden melanjutkan dengan diskusi mendalam bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Mereka membahas teknis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan fasilitas Sekolah Rakyat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan
Peluncuran ini menjadi tonggak awal beroperasinya 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.
Kehadiran sekolah-sekolah ini diharapkan membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sebarannya meliputi:
• Jawa: 70 lokasi
• Sumatera: 35 lokasi
• Sulawesi: 28 lokasi
• Kalimantan: 13 lokasi
• Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua: 20 lokasi
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa sudah merasakan pengalaman belajar dengan dukungan teknologi digital di Sekolah Rakyat.
Langkah ini membuka peluang baru bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih modern dan inklusif.
Lebih dari itu, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memberdayakan keluarga dan mengurangi kemiskinan ekstrem, agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni