Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

RI Perkuat Koordinasi Untuk Pembebasan ABK WNI yang Diculik di Perairan Gabon

Siti Rohmah • Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB
Gedung Volksraad saat ini dikenal sebagai Gedung Pancasila
Gedung Volksraad saat ini dikenal sebagai Gedung Pancasila

RADARTUBAN - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus menjalin koordinasi dengan otoritas Gabon untuk mengupayakan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok bajak laut dari kapal ikan di perairan negara tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon yang terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat, di mana terdapat WNI yang menjadi korban.

“Begitu memperoleh informasi mengenai insiden tersebut, Kemlu melalui KBRI Yaounde langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan pemilik kapal, serta pihak-pihak terkait lainnya guna mempercepat proses penyelamatan para awak kapal yang diculik,” ujar Heni dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Selasa.

Ia menambahkan, KBRI Yaounde juga telah meminta perkembangan terbaru mengenai kondisi kesehatan para ABK WNI, khususnya mereka yang berhasil selamat dari upaya penculikan.

Dalam peristiwa tersebut, para pelaku diketahui menculik sembilan dari total 12 awak kapal IB FISH 7.

Sementara itu, tiga ABK lainnya, termasuk dua WNI, berhasil lolos dan bertahan di atas kapal hingga akhirnya dievakuasi oleh aparat setempat. Kapal tersebut kemudian dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon.

Heni memastikan bahwa dua WNI yang berhasil selamat saat ini berada dalam kondisi aman.

Ia juga menyampaikan bahwa Angkatan Laut Gabon telah mengerahkan personel untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bajak laut yang bertanggung jawab atas penculikan tersebut.

“KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar perusahaan penanggung jawab tetap memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan para ABK WNI, termasuk yang menyangkut perlindungan bagi keluarga mereka,” kata Heni.

Ia menegaskan, Kemlu bersama KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan kasus ini serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan demi perlindungan dan keselamatan WNI.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong mengonfirmasi bahwa dalam kejadian tersebut terdapat empat WNI dan lima warga negara China yang diculik.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang oleh bajak laut saat beroperasi sekitar tujuh mil laut di tenggara Equata, perairan Gabon,” ujar Meyong sebagaimana dikutip dari siaran televisi Gabon 24, Senin waktu setempat.

Ia menambahkan bahwa situasi keamanan saat ini telah berada dalam kendali pemerintah Gabon, dan seluruh langkah strategis telah diambil untuk menjamin stabilitas serta keamanan wilayah maritim negara tersebut.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kemenlu #KBRI Yaounde #penyelamatan anak buah kapal #abk #pembebasan #bajak laut