RADARTUBAN - Mbappe bela Vinicius menjadi sorotan utama setelah penyerang asal Prancis itu angkat bicara terkait gelombang cemoohan yang terus terdengar dari tribun Santiago Bernabéu sepanjang musim ini.
Situasi internal Real Madrid sedang berada dalam tekanan besar seiring hasil yang belum konsisten dan perubahan besar setelah kepergian pelatih Xabi Alonso.
Kekecewaan suporter Real Madrid semakin memuncak usai kekalahan di ajang Piala Super dari Barcelona yang dianggap mencoreng wibawa klub.
Kemenangan 2–0 atas Levante di LaLiga pun tidak sepenuhnya meredakan amarah publik Bernabéu karena laga tersebut diwarnai cemoohan keras sepanjang pertandingan.
Sejumlah pemain seperti Vinicius Jr, Jude Bellingham, dan Dean Huijsen menjadi sasaran utama ketidakpuasan pendukung karena dinilai belum memenuhi ekspektasi.
Mbappé pun mengaku memahami kemarahan para penggemar yang merasa tim tampil jauh dari standar Real Madrid.
“Cemoohan itu… saya rasa saya memahaminya,” ujar Mbappé.
“Saya mengerti. Sebelum saya menjadi pesepak bola, saya hanyalah seorang anak muda. Saat saya tidak senang, saya juga berbicara buruk tentang para pemain, dan jika berada di stadion, saya ikut mencemooh. Saya memahaminya karena memang kami tidak melakukan hal-hal dengan benar.”
Namun, Mbappé menegaskan bahwa menyudutkan pemain tertentu bukanlah sikap yang adil bagi tim secara keseluruhan.
“Yang tidak saya sukai adalah ketika… kalau memang mau mencemooh, seharusnya seluruh tim,” kata Mbappé.
“Jangan menunjuk satu pemain saja. Kami bermain buruk sebagai sebuah tim, dan kami punya karakter untuk mengubahnya di lapangan.”
Menurut Mbappé, kemarahan suporter Real Madrid merupakan bentuk kecintaan terhadap klub, bukan penolakan terhadap pemain.
“Saya tidak melihat suporter Real Madrid sebagai pihak yang melawan kami,” ucapnya.
“Mereka sedang marah, dan saya yakin mereka akan kembali mendukung kami.”
Pernyataan Mbappe bela Vinicius semakin kuat ketika ia menanggapi kritik tajam yang diarahkan kepada pemain asal Brasil tersebut.
“Tentu saja ini bukan salah Vini,” tegas Mbappé.
“Ini kesalahan seluruh skuad. Itu saja yang ingin saya sampaikan kepada para fans.”
Kontrak Vinicius Junior yang akan segera berakhir serta performanya yang belum stabil membuat namanya kerap menjadi bahan perdebatan di kalangan suporter Real Madrid.
Mbappé menilai perlakuan tersebut tidak mencerminkan solidaritas yang seharusnya ada di dalam tim sebesar Real Madrid.
“Vini, seperti semua orang, adalah manusia,” lanjut Mbappé.
“Dia pemain yang luar biasa. Dia sosok yang hebat, saya beruntung mengenalnya dan saya sangat menyayanginya.”
Ia juga menegaskan bahwa Vinicius Junior tidak pernah sendirian menghadapi tekanan dari publik Bernabéu.
“Dia tidak sendirian di Real Madrid,” ujarnya.
“Kami semua bersamanya. Jika dia berada di performa terbaiknya, dia adalah salah satu yang terbaik di dunia.”
Selain Vinicius, Mbappé turut membela Jude Bellingham yang juga kerap menerima cemoohan dalam beberapa laga terakhir.
“Tak ada yang meragukan kualitas Bellingham,” kata Mbappé.
“Dia punya potensi yang sangat besar.”
Mbappé menilai Jude Bellingham tetap menjadi pemain kunci meski performanya sempat menurun akibat kondisi fisik.
“Ketika dia fit, dia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Mbappé menegaskan bahwa tugas pemain adalah menjawab kritik lewat performa, bukan perdebatan.
“Ini tugas kami untuk mengubah situasi,” ucap Mbappé.
“Jika para fans melihat bahwa kami berusaha dan bermain dengan baik, mereka akan kembali bersama kami.”
Sikap Mbappe bela Vinicius dan Jude Bellingham pun menjadi sinyal kuat bahwa ruang ganti Real Madrid tetap solid di tengah tekanan besar musim ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni