RADARTUBAN – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan 24 truk bantuan logistik kepada warga yang terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Pengiriman bantuan dilakukan pada Rabu (28/1) setelah kunjungan langsung Amran ke lokasi bencana bersama tim Kementerian Pertanian (Kementan) dan anggota Komisi IV DPR RI.
Bantuan Logistik Diprioritaskan untuk Korban
Bantuan yang dikirim berisi makanan siap saji, beras, mie instan, biskuit, air mineral, susu UHT, serta kebutuhan pokok lainnya. Semua logistik dihimpun dari pegawai Kementan dan mitra swasta.
Sebelumnya direncanakan pengiriman 100 truk, namun jumlahnya dikurangi menjadi 24 truk karena keterbatasan akses jalan di area longsor.
Selain itu, terkumpul juga dana bantuan sebesar Rp1,17 miliar untuk membantu korban.
Amran Sampaikan Duka dan Komitmen Pemerintah
Amran menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah longsor yang menimpa warga Cisarua.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung warga terdampak dalam pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Klaim Indonesia Sudah Stop Impor Beras Medium
Dampak Bencana Longsor Cisarua
Bencana longsor ini dilaporkan merenggut sekitar 50 nyawa, dengan sekitar 80 orang masih dinyatakan hilang.
Sebanyak 564 jiwa dari 156 keluarga terpaksa mengungsi dan menetap di posko sementara.
Tidak hanya itu, puluhan rumah warga rusak berat, termasuk fasilitas umum seperti rumah ibadah, yakni sebuah masjid.
Solusi Jangka Panjang: Konversi Lahan untuk Cegah Erosi
Selain bantuan darurat, Amran juga mendorong solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terjadi di masa depan.
Ia mengusulkan konversi lahan miring menjadi tanaman perkebunan tahunan guna mengurangi risiko erosi tanah.
Sementara itu, lahan datar di wilayah terdampak akan difokuskan untuk pengembangan hortikultura.
Usulan ini disampaikan Amran kepada kepala daerah setempat sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan warga pascabencana. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni